SAS On Action #31 Cerita Cinta Bersama Mbah Zawalisah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #31
(24/04/2016)
(Ngampilan, Jogjakarta)

Alhamdulillah, SAS berpartisipasi dalam acara Penutupan KKN semester khusus kelompok 27 UNY yang juga di semarakan dengan pengobatan gratis dan acara donor darah. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya antrean dalam acara tersebut.

SAS menjadi salah satu pendukung acara dalam kegiatan tersebut. Kami ikut melayani warga dalam donor darah, pengobatan gratis dan pembagian doorprize. Acara berlangsung meriah dan semarak. Pemuda pemudi, anak anak sampai lansia merasa senang dengan adanya rangkaian kegiatan tersebut.

Bentuk dukungan dari SAS lainnya yaitu memberikan bantuan kepada salah satu warga desa tersebut. Dari rekomendasi pejabat desa setempat, dalam hal ini Pak RT merekomendasikan penerima bantuan adalah Mbah Zawalisah. Beliau adalah warga asli desa tersebut, hidup di rumah yang sederhana, tidak bekerja dan hidup dari bantuan tetangga.

Mbah Zawalisah berumur 75 tahun. Menurut penuturan Mbah dan Pak RT kepada kami, beliau melalui perjuangan panjang sampai sekarang. Beliau mempunyai riwayat penyakit yang cukup banyak. Diantaranya kanker payudara sehingga harus dioperasi dan menjalani sejumlah kemoterapi. Selain itu, Mbah Zawalisah juga pernah menderita penyakit tumor dan pernah mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan kakinya patah sehingga sampai sekarang platina masih berada di dalam tubuhnya. Perjuangan tersebut beliau jalani bersama suami beliau yang kini terkena penyakit stroke dan hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar beliau. Setiap 5 menit sekali, sang suami berkata “minum….minum”. Mengisyaratkan bahwa beliau haus. Dengan jalan tertatih tatih pun Mbah Zawalisah senantiasa setia dan berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya. Laki-laki yang telah menikahinya, membesarkan 2 orang anak dan melewati berbagai ujian bersama.

Ironisnya, kedua anak beliau entah pergi kemana. Mereka tidak merawat Mbah Zawalisah dan suami. Sungguh, semoga mereka diberikan hidayah sehingga bisa kembali merawat orangtua mereka dengan baik seperti ketika mereka di rawat dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai. Mari doakan semoga Mbah dan suami diberikan kesehatan, kelancaran rizki, kebarokahan hidup dan keselamatan dunia akhirat Aamiin..

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
ig: @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
DOnasi : no.rek 709 011 4381 (BSM an Ratih Kartika)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi-
IMG-20160428-WA0015

IMG-20160426-WA0013

IMG-20160426-WA0018 (1)

IMG-20160428-WA0014

IMG-20160428-WA0015

IMG-20160428-WA0016

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #30 Stroke, Tidak Mematahkan Semangat Kami…

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #30
(24/04/2016)
(Ngampilan, Jogjakarta)

Adalah Ibu Widati (58 tahun) seorang wanita yang sedang duduk disamping para Pejuang SAS. Dahulu, beliau bekerja sebagai penjaga kebun SD Muhammadiyah di Jogjakarta dan sudah 1 tahun ini beliau terkena penyakit stroke. Beliau memberikan pembelajaran lagi bagi kita. Seorang ibu yang hampir setahun ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan duduk ataupun berbaring di rumah sederhananya, ya ruangan satu petak tidak lebih dari seukuran kamar kos, yang ditempatinya bersama Suami dan anak laki-lakinya.

Beliau mengalami stroke, sudah setengah dari tubuhnya mati. Bagian tubuhnya yang masih bisa berfungsi yaitu tubuh sebelah kiri. Suaminya (Kardiman, 64 tahun), demikian juga dengan beliau, mengalami stroke yang menyebabkan kakinya tidak mampu bergerak lagi. Untuk berjalan pun suami-istri ini dengan “mengesot”. Anaknya sehari-hari bekerja menjadi buruh sablon dengan penghasilan yang “cukup” untuk makan, tapi “belumlah cukup” jika untuk ditambah pengobatan ibu-bapaknya.

Keluarga mereka, mengajarkan kita keikhlasan, ujian hidup bukan untuk dihindari dan ditakuti. Tapi dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Dan satu lagi. Ketulusan seorang anak. Bagaimana kita kemudian bisa menempatkan diri merawat orang tua ketika mereka sudah tidak mampu lagi mengurus diri mereka sendiri, meski mereka tidak pernah meminta itu. Menjadi anak berbakti yang senantiasa berusaha merawat dan memberikan yang terbaik demi kebahagiaan orangtua kita.

Mari kita doakan semoga Bapak Kardiman, Ibu Widati dan keluarga diberikan kekuatan untuk menjalani setiap fase-fase hidup, diberikan kesehatan, kelancaran, kebarokahan rizki dan keselamatan dunia akhirat. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin.

Terima kasih Bu, Pak, Mas. Kalian guru kami hari ini, esok, dan seterusnya.

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
ig: @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
DOnasi : no.rek 709 011 4381 (BSM an Ratih Kartika)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi-

IMG-20160426-WA0021 (1)

IMG-20160426-WA0017

IMG-20160426-WA0020

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #29 Kegigihan Mbah Marsinah dan Wulan

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #29 (17/04/2016) (Jln. A.M. Sangaji, DIY)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, akhirnya kunjungan ketiga kali ini kami bisa menemui Nadia Amelia Wulansari (Wulan, 6 th) dan Mbah Marsinah (janda, 78 th). Gadis cilik ini ditinggal oleh ibunya sejak usia 5 bulan karena meninggal dunia. Ia anak ke empat dari empat bersaudara. Ia tinggal bersama neneknya sedang yang lain tinggal bersama nenek lainnya. Ayahnya menikah lagi dan tidak menafkahi Wulan dan keluarga.

Sejak bayi hingga sekarang Wulan hidup dan dibesarkan oleh neneknya.
Beliau adalah seorang pemulung. Rumahnya penuh dengan barang barang hasil memulung. Kami tak menyangka, di deretan jalan utama di Jogja, sebelah kanan kirinya penuh dengan gedung, rumah makan dan pusat bisnis terdapat sepetak rumah yang lain tidak layak huni. Kecil, penuh barang bekas dan sisi belakangnya adalah sungai yang cukup besar. Bisa dibayangkan, ketika hujan deras melanda, kita saja yang berada di dalam rumah merasa dingin dan takut ketika petir menyambar. Apalagi Wulan dan Simbah. Dingin, bocor sana sini belum lagi suara petir yang menyambar , MasyaAllah :’) Disisi lain, Wulan yang kini duduk di kelas 1 SD Blunyahrejo merupakan anak yang pintar. Ia mendapat ranking 1 dan pintar menggambar. Setiap hari ia berjalan kaki ke sekolah dan jaraknya lumayan jauh. Ketika ditanya oleh kami, Wulan bercita cita menjadi wanita karir yang sukses sehingga esok bisa membahagiakan Mbah Marsinah. Sungguh, luar biasa.

Wulan dan Mbah Marsinah menerima bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Kami pun mengajak Wulan dan kakaknya (Suni, 16th) yang putus sekolah sejak tamat SD dan kebetulan sdang menjenguk Wulan dan si Mbah untuk berbelanja dan bermain di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jogjakarta.
Mari doakan semoga Wulan, Mbah Marsinah diberi kesehatan, kebarokahan, kelancaran rizki dan keselamatan dunia akhirat Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri kode 451 an Ratih Kartika). Konfirmasi : 089678829945 -SAS-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

5c06390c-424a-4867-b1dc-8654e334186a

9d29a383-69b0-4efb-9b33-57f98d9ed80e

aed79185-ce71-4b47-abb7-843936174e3c

fb5cdf63-479b-41b2-be9f-d761f5007e3f

SAS In Action #29 bersama Wulan dan Mbah Marsinah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #28 Keikhlasanmu Mengalihkan Duniaku

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

AS In Action #28
(10/04/2016)

Belajar tentang keikhlasan dari Bu Tumidah. Kami menemui beliau di sunmor UGM. Beliau sedang mengemis bersama anak kecil yang ternyata adalah cucunya. Bu Tumidah (Janda, 52 th, Sukoharjo). Cerita hidupnya sungguh menginspirasi

Beliau memiliki cacat dibagian mata dan ternyata cacat tersebut diakibatkan air keras yang disiramkan oleh suami Bu Tum, sesaat setelah mabuk. Setelah menyiramkan air keras, sang suami menyerahkan diri ke penjara dan ditahan selama 7 tahun. Beruntung, disaat kejadian tersebut bu Tum sedang tidak menggendong anaknya

Setelah ditanya, bu Tum dan anak anak mengatakan ikhlas dan tidak membenci suami dan ayah mereka sama sekali. Bahkan, bu Tum tidak menginginkan suaminya di penjara namun karena proses hukum sudah berjalan, al hasil suami Bu Tum pun tetap masuk bui.

Setelah keluar dari penjara pun bu Tum menerima sang suami dengan baik sampai akhirnya sang suami meninggal. Bu Tum memiliki 3 orang anak. Setiap minggu beliau ke sunmor UGM untuk mengemis bersama cucu keduanya yg bernama Risma.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Mari doakan bu Tum dan keluarga semoga diberikan kekuatan dan keselamatan dunia akhirat. Melihat Bu Tum, semoga kita menjadi lebih baik, rasa syukur dalam diri kita semakin bertambah Aamiin

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri kode 451)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi- .
#sedekahapasaja #sasinaction #socialcommunity #charity #jogjaberbagi
IMG_20160411_124226

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #27 1 Abad Semangat dan Teladan Mbah Wiryo

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #27 a.k.a. SAS On The Road #1
(Sleman, 3 April 2016)

Alhamdulillah, apapun memang kembali ke kuasaNya. Niat hati bertemu sahabat SAS yaitu dek wulan (6th) dan Mbah (80th) di Jalan A.M. Sangaji, Sleman ,DIY yg keadaan rumahnya sangat tidak layak ditambah profesi mbah sebagai tukang rongsok dan harus membiayai biaya hidup dan sekolah Wulan yang kini duduk di kelas 1 SD

Tetapi Allah berkata lain. Ternyata mereka tidak ada ditempat. Alhasil, kami menunggu dan menunggu sampai akhirnya ada mbah mbah yang menawarkan jajanan kepada kami. Tanpa pikir panjang, kami pun memberikan bantuan kepada mbah tersebut.

Setelah berbincang, nama beliau adalah Mbah Wiryo (100 th, Ngaglik, Sleman). Mbah Wiryo berjualan jajanan setiap hari. Beliau mengatakan kepada kami, bahwa Beliau pantang menyerah, pantang mengeluh dan pantang meminta minta. Beliau percaya Allah bersamaNya. Beliau tidak mau berpangku tangan dan menunggu bantuan dari anak anaknya saja. Beliau harus bergerak selama tubuh dan jiwa masih kuat. Sungguh, kalimat bijak dan semangat yg luar biasa yang keluar dari mulut seorang hamba Allah yang usianya sudah sangat renta.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan Mbah Wiryo sehari-hari. Sosok Mbah Wiryo salah satu manusia yg diberikan rizki berupa umur panjang hingga usianya 1 abad dan Mbah Wiryo sungguh memberikan kita pelajaran berharga akan keteladanan dan semangat hidup yang tinggi.

Mari kita doakan supaya Mbah Wiryo diberikan perlindungan, keberkahan dan keselamatan dunia akhirat Aamiin Aamiin ya Robbal Alamin

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Kode 451 Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
konfirmasi : 089678829945

•Sedekah Apa Saja•
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

Capture

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone