IMG_20160515_095149_HDR

SAS In Action #35 Kisah Inspiratif dari Sudut Kota Bantul

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #35
(14/5/2016)
(Kergan, Tirtomulyo, Samas, Bantul)

Sahabat SAS kita kali ini adalah Pak Sarjiyo (43 tahun) dan Ibu Sulistiyani (40 tahun). Cerita beliau sungguh luar biasa. Mereka adalah sepasang suami istri dengan ekonomi menengah ke bawah. Mempunyai 4 anak, anak pertama (laki-laki) sudah berkeluarga dan tidak terlalu mengurus bapak dan ibunya yang sedang sakit. Anak ke dua bernama Wanda (1 SMP), Niko dan Salma yang masih SD. Alhamdulillah, walau Pak Jiyo dan Bu Sulis sedih karena anak pertamanya tidak merawat dan menjenguk, Wanda dan adik-adiknya mampu merawat dan memberikan perhatian yang baik sampai sekarang. Merekalah yang menjadi kekuatan Pak Jiyo dan Bu Sulis.

Pak Sarjiyo menderita syaraf tulang belakang yang terjepit karena beberapa tahun yang lalu sempat jatuh terpeleset. Ternyata dampaknya baru terasa sekarang. Alhasil, beliau tidak bisa berjalan dan melakukan kegiatan seperti biasa. Dikatakan oleh dokter, pilihannya adalah operasi atau kalau tidak, lumpuh selamanya. Lantas, Pak Sarjiyo pun mengambil keputusan operasi pada 23 Maret silam. Operasi dimulai pukul 11.00-16.00 WIB, operasi ini termasuk operasi besar. Tubuh Pak Jiyo dipasang 4 pen agar tulangnya bisa tegak berdiri. Setelah operasi selesai, pak Jiyo mencoba menggerakkan sedikit kaki nya dan Alhamdulillah bisa bergerak. Beliau sangat bahagia bisa menggerakkan kaki, tutur beliau.

Pasca operasi dan perawatan, Pak Jiyo sekarang masih dalam proses pemulihan. Beliau selalu memakai korset dan meminum obat-obat yang disarankan dokter. Alhamdulillah, Pak Sarjiyo sudah terdaftar dalam BPJS sehingga biaya operasi gratis, dan setelah ditelisik kalau tidak ada BPJS, total uang yang harus dibayarkan sejumlah Rp 34.000.000. MasyaAllah.

Ujian belum berhenti sampai disitu, istri Pak Jiyo, Bu Sulis terkena stroke Desember tahun lalu. Tiba tiba demam, dan bagian tubuh sebelah kanan tidak bisa digerakan. Bahkan, untuk berbicara pun sulit. Jadi, selama proses pengobatan sampai operasi Pak Jiyo, sang Istri pun menjalani pengobatan.

Sebelum sakit, pak Jiyo berprofesi sebagai tukang tambal ban sepeda. Penghasilannya tidak seberapa, dan setelah sakit beliau tidak bisa bekerja dan mengandalkan biaya dari bantuan/donasi dari orang lain. Beruntung ada program BOS, sehingga anak-anak bisa bersekolah secara gratis, walau masih menunggak untuk uang buku dan yang lainnya sehingga hal tersebut bisa meringankan beban hidup pak Jiyo dan bu Sulis.

Sekarang Pak Jiyo masih dalam proses pemulihan, istrinya pun sama. Alhamdulillah tangan kanan sudah 85% bisa digerakkan, Bu Sulis msih terus terapi sampai bisa sembuh seperti semula.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai. Mari doakan semoga Pak Jiyo dan keluarga diberikan kekuatan, kesehatan selalu Aamiin.

Dari Pak Jiyo dan keluarga kita belajar, bahwa apapun yang terjadi, harus tetap bersyukur. Hidup bukan hanya untuk mengeluh.

Ini aksiku, mana aksimu?
Terus ikuti perkembangan kami
F: Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi: 089678829945

-Sedekah Apa Saja-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
IMG_20160515_095149_HDR

IMG_20160515_095208_HDR

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Leave a Reply