Galang Dana PMIA #PeduliGarut

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Alhamdulillah, PMIA Pusat (Jogja), PMIA Chapter Lombok (PMIA CL) dan PMIA Chapter Bandung (PMIA SB) telah melakukan aksi galang dana secara serentak pada Minggu, 25 September 2016 untuk korban bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat.

Dalam aksi ini PMIA Pusat mengadakan galang dana di dua titik yaitu Titik 0 KM Malioboro dan Sunday Morning UGM. Sedangkan PMIA CL mengadakan aksi galang dana di Taman Udayana, Lombok. Berbeda dengan yang lain, PMIA CB mengadakan galang dana bersama dengan 14 komunitas di Bandung secara bersamaan.

Alhamdulillah dari galang dana dan donasi dari para donatur terkumpul Rp 1.500.000 (PMIA Jogja) dan Rp 1.600.000 (PMIS CL) yang akan disalurkan oleh teman teman komunitas di Bandung yang akan langsung ke Garut untuk penyerahan bantuan.

Terimakasih kepada teman teman PMIA Jogja, PMIA Chapter Lombok, PMIA Chapter Bandung, donatur dan pihak pihak lain yang telah membantu. Semoga menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi saudara saudara kita di Garut, Jawa Barat. Aamiin Ya Robbal Alamin.

img-20160925-wa0016

img-20160925-wa0019

img-20160925-wa0021

img-20160925-wa0022

img-20160925-wa0023

img-20160925-wa0027

img-20160925-wa0028

img-20160925-wa0043

img-20160925-wa0044

img-20160926-wa0012

si_20160926_104405

img_20160925_091147

img_20160925_072306

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

MKB #4 : Egrang Batok Kelapa dan Eksperiman Lumpur Hisap

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

MKB #4 : Egrang Batok Kelapa dan Eksperiman Lumpur Hisap
(18/09/2016)
(Sumberharjo, Kuncen, Prambanan, Yogyakarta)

Masa Kecilku Bahagiaaaaa.
Ya..ya..ya..ya, Aku Bahagia!

Di MKB #4 kali ini masih di tempat yang sama di Prambanan. Kami memulai kegiatan seperti biasa dengan belajar menulis, menggambar, membaca, bermain dan melakukan eksperimen. Anak anak sangat antusias karena kali ini ada mainan baru yaitu Egrang Batok Kelapa.

Kalau minggu kemaren eksperiman donat, maka kali ini kami melakukan eksperiman lumpur hisap, membedakan benda cair dan padat. Anak anak tambah semangat dan antusias mendengarkan penjelasan Bu Dwi. Mereka pun tambah ramai ketika diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen sendiri sendiri. Seru banget pokoknya!

MKB #4 ditutup dengan istirahat dan doa bersama.

Ayo ikut bermain dan belajar bersama anak anak pelosok Jogja!
Comment dan Share ya
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
img-20160918-wa0001

img-20160918-wa0002

img-20160918-wa0004

img-20160918-wa0006

img-20160918-wa0007

img-20160918-wa0008

img-20160918-wa0009

img-20160918-wa0010

img-20160918-wa0011

img-20160918-wa0012

img-20160918-wa0014

img-20160918-wa0015

img-20160918-wa0016

img-20160918-wa0017

img-20160918-wa0018

img-20160918-wa0019

img-20160918-wa0020

img-20160918-wa0021

img-20160918-wa0022

img-20160918-wa0023

img-20160918-wa0025

img-20160918-wa0026

img-20160918-wa0027

img-20160918-wa0028

img-20160918-wa0029

img-20160918-wa0030

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #3 : RA. Masyitoh

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #3 : RA. Masyitoh
(16/09/2016)
(Watukarung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta)

Alhamdulillahirobbilalamin, Pejuang Muda Indonesia telah menyalurkan dana Beasiswa SPI (Sahabat Pendidikan Indonesia) dari para donatur SPI sejumlah Rp 750.000 untuk empat siswa yang mempunyai tagihan pendidikan.

Penerima beasiswa SPI antara lain:
1. Anggun Rahma Azzara
2. Ardika Rinanda Saputra
3. Rahma Imran Nurbanizah
4. Bening Kamilah Ningsih (yatim)

Terimakasih kami ucapkan kepada teman teman donatur SPI yang telah istiqomah menabung minimal Rp 2.000 sehari untuk membantu adik adik kita yang membutuhkan biaya pendidikan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan serta kelancaran rezeki Aamiin.

Ayo bantu mereka,
Ayo gabung menjadi donatur SPI!

Comment dan Share ya
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
img_20160910_092404

img_20160916_085820

img_20160916_085831

img_20160916_085839

img_20160916_085917

img_20160916_085923

img_20160916_090401

img_20160916_090441

img_20160916_094553

img_20160916_094924

img_20160916_094936

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #47 : Anakku Tetap Anakku

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #47 : Anakku Tetap Anakku
(12/09/2016)
(Lanteng, Selopamioro, Imogiri, Bantul )

Ibu Pantiem adalah penerima bantuan SAS In Action #47. Kami mendapatkan info tentang Bu Pantiem dari salah satu teman kami dari Komunitas Laskar Asa, Yogyakarta. Berikut cerita selengkapnya.

Ibu Pantiem adalah seorang istri dan ibu dari 2 anak. Beliau berusia 66 tahun. Beliau menderita penyakit tumor dan akhirnya penyakit tersebut menyebabkan kebutaan. Awalnya beliau mengalami vertigo dan lama kelamaan penyakitnya semakin menjadi. Berbagai pengobatan sudah dijalani, termasuk ruqyah, pengobatan alternatif, ke beberapa dukun/tabib, sampai rumah sakit namun penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Ekonomi keluarga pun terganggu, dulu beliau adalah tukang/juragan sayur sukses. Seiring berjalannya waktu, biaya pengobatan yang tinggi menyebabkan harta mereka berkurang. Belum sampai disitu, suami bu Pantiem pun tidak terlalu merawat sang istri dengan baik. Alhamdulillah, Bu Pantiem masih memiliki kedua orangtua dan dua anak yang masih bisa merawat beliau. Anak pertama sedang kuliah di UGM dan dulu hampir putus sekolah karena biaya, namun bagaimana caranya harus lulus. Sang nenek dan kakek berusaha keras mencarikan biaya. Anak yang terakhir masih sekolah di tingkat SMP.

Kini, Bu Pantiem tinggal dan dirawat oleh kedua orangtuanya di rumah mereka. Mereka telaten untuk memberi makan, memandikan Ibu Pantiem secara bersama sama. Sang ibu (Musiyem, 80 tahun) dan Bapak (Tumijo, 80 tahun) tampak tegar menerima cobaan hidup di usia mereka yang sudah senja. Mereka yang seharusnya menikmati usia senja justru masih harus berjuang untuk merawat anak mereka yang sedang terkena musibah. Dari penuturan mereka, mereka berdua hanya bisa pasrah kepada Allah atas segala yang terjadi. Segala cara sudah dilakukan namun belum ada hasilnya.

Pekerjaan mereka yang berjualan debog pisang (kulit pohon pisang) dan bantuan dari para donatur menjadi tumpuan hidup mereka.

PMIA menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai 500.000 untuk kebutuhan pengobatan/kebutuhan sehari hari Ibu Pantiem dan keluarga. Mari doakan semoga Ibu Pantiem dan keluarga diberi kesehatan dan kekuatan serta kelancaran rezeki Aamiin Ya Robbal Alamin.

Kisah perjuangan Ibu Pantiem dan keluarga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti syukur dan pejuangan hidup. Mari terus bantu Ibu Pantiem Ibu Pantiem lainnya di luar sana. Semoga Allah memberkahi setiap langkah Aamiin.

Comment dan Share ya.
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

img_20160912_123119

img_20160912_123159

img_20160912_130110

img_20160912_130128

img_20160912_130157

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Pejuang Muda Indonesia Chapter Lombok Angkatan #1

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Alhamdulillah, resmi bergabung 7 Pejuang Muda Indonesia aal Lombok yang akan bergerak, berbagi dan menginspirasi.
Selamat bagi kalian yang terpilih. Terimakasih telah berkomitmen untuk menjadi bagian dari PMIA Chapter Lombok.
Mari terus berjuang! Selagi muda, selagi mampu!

“Relawan tidak dibayar bukan berarti tidak ada nilainya, tapi karena mereka tak ternilai” (Anies Baswedan)

@pejuangmudaindonesia
@pmialombok
www.pejuangmudaindonesia.com
14333636_163760010733338_7927427321121938782_n

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action : Pejuang Muda-Pejuang Muda Terpilih 7

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #Bersih-bersih Pantai
(30 Agustus 2016)
(Pantai Loang Baloq, Tanjung Karang, Mataram, NTB)

Sasaran SAS In Action yang pertama ini adalah taman Loang Baloq yang terletak di Desa Tanjung Karang. Taman Loang Baloq sendiri berada di pinggir pantai. Pantai inilah yang disebut pantai Loang Baloq yang menjadi sasaran utama SAS In Action. SAS In Action berjudul bersih-bersih pantai menyasar bagian pantai karena bagian ini terdapat cukup banyak sampah, baik sisa sapuan ombak maupun sampah bawaan dari pengunjung.
Taman Loang Baloq sekaligus pantainya merupakan salah satu tempat wisata bagi masyarakat Lombok. Bisa dibilang salah satu icon wisata di NTB. Tempat ini sering digunakan untuk rekreasi keluarga, olahraga (jogging), memancing dan lain-lain oleh masyarakat Lombok. Di taman loang baloq pemerintah setempat menyediakan beberapa berugak (red : tempat duduk), beberapa diantaranya didirikan di atas permukaan kolam besar yang merupakan salah satu wadah untuk wahana permainan yang bisa disebut dengan bebek gowes. Beberapa lainnya didirikan di tempat-tempat strategis. Sebagai salah satu icon wisata yang bersaing dengan tempat wisata lain yang ada di Lombok, jumlah pengunjung di taman Loang Baloq tidak banyak berkurang. Karena setiap tahun taman Loang Baloq semakin diperbagus oleh pemerintah agar pengunjung nyaman berada di dalamnya. Atas dasar hal inilah SAS In Action kali ini dilakukan di taman Loang Baloq. Bersih dan nyaman sebagai tempat wisata tujuan kami.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Tulisan Fitriah
7

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action : Pejuang Muda Terpilih 6

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action
(02/09/2016)
(Midang, RT 10, Gunungsari, Lombok Barat, NTB)

Perkenalkan sahabat PMIA kali ini bernama Nenek Ma’iyah atau biasa dipanggil Nenek Iyah. Beliau berumur 75 tahun. Beliau tinggal bersama salah seorang anaknya bernama Ibuk Jamilah. Ibu Milah biasa disapa di sana sudah lama tidak berjualan lagi dikarenakan kondisinya yang semakin tua pula. Ibu Milah sering tiba-tiba sakit dan ngilu tubuhnya, ditambah harus merawat dan menyiapkan segala kebutuhan Nenek Iyah. Ibu Milah tidak memiliki keturunan, sehingga kebutuhan sehari-harinya harus dicukupi dengan menunggu belas kasih dari anak-anak saudaranya yang lain. Semoga sedikit bantuan yang diberikan Ana Lestari (Pejuang Muda Indonesia) bisa bermanfaat.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Tulisan Ana Lestari
6

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action : Pejuang Muda Terpilih 5

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action
(02/09/2016)
(Mataram, RT 001/RW 280 Jln Unizar Turida Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat)

Pejuang Muda Indonesia yang satu ini adaa mahasiswa baru Universitas Mataram Jurusan Akuntasnsi. Semangat mengikuti berbagai kegiatan patut menjadi contoh bagi mahasiswa baru lainnya yang cenderung takut untuk berorganisasi atau terlibat kegiatan seperti menjadi bagian dari Pejuang Muda Indonesia. Sebuah langkah awal yang baik untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi.
Ria bertindak sebagai donator kepada sahabat PMIA yang terpilih secara random. Sahabat PMIA kali ini adalah Nenek Mahirah 85 Tahun, tinggal di lingkungan Turida Barat RT 04, kelurahan Sandubaya (NTB). Adalah salah satu dari lansia dan sekaligus menyandang gelar janda di usia rentanya. Kehidupannya jauh dari kata cukup, memiliki rumah sederhana dan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Terkadang, untuk makan sehari-hari saja sulit dan sering kali mendapat bantuan dari tetangganya. Kondisi ini diperparah dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Beliau hidup dengan cucunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu. Sehingga nenek Mahirah pantas mendapatkan donasi berupa beras 2 kg dan sedikit uang.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Tulisan Ria Mawaddah
5

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action : Pejuang Muda Terpilih 4

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action
(03/09/2016)
Kekalik Kijang, Kekalik Jaya, Sekarbela, Mataram, NTB.

Hujan tidak menghalangi niat Kak Za’idatul Uyun Akrami untuk bebrbagi dengan sahabat PMIA. Kakek Napsiyah merupakan penerima donasi dari cewek yang akrab disapa Uyun. Kakek yang berprofesi sebagai pemulung ini hanya mampu mengumpulkan rongsokan seukuran satu kwintal karung. Satu kg dihargai Rp 2.000 sehingga dalam sehari kakek Napsiyah mampu mendapatkan Rp 20.000. Rasanya masih jauh dari kata sepadan dengan jam kerja beliau yang tak mengenal waktu. Namun prinsip kakek Nap yang tidak ingin merepotkan anak-anaknya patut kita acungkan jempol.

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Za’idatul Uyun Akrami
4

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone