img_20160912_123119

SAS In Action #47 : Anakku Tetap Anakku

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #47 : Anakku Tetap Anakku
(12/09/2016)
(Lanteng, Selopamioro, Imogiri, Bantul )

Ibu Pantiem adalah penerima bantuan SAS In Action #47. Kami mendapatkan info tentang Bu Pantiem dari salah satu teman kami dari Komunitas Laskar Asa, Yogyakarta. Berikut cerita selengkapnya.

Ibu Pantiem adalah seorang istri dan ibu dari 2 anak. Beliau berusia 66 tahun. Beliau menderita penyakit tumor dan akhirnya penyakit tersebut menyebabkan kebutaan. Awalnya beliau mengalami vertigo dan lama kelamaan penyakitnya semakin menjadi. Berbagai pengobatan sudah dijalani, termasuk ruqyah, pengobatan alternatif, ke beberapa dukun/tabib, sampai rumah sakit namun penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Ekonomi keluarga pun terganggu, dulu beliau adalah tukang/juragan sayur sukses. Seiring berjalannya waktu, biaya pengobatan yang tinggi menyebabkan harta mereka berkurang. Belum sampai disitu, suami bu Pantiem pun tidak terlalu merawat sang istri dengan baik. Alhamdulillah, Bu Pantiem masih memiliki kedua orangtua dan dua anak yang masih bisa merawat beliau. Anak pertama sedang kuliah di UGM dan dulu hampir putus sekolah karena biaya, namun bagaimana caranya harus lulus. Sang nenek dan kakek berusaha keras mencarikan biaya. Anak yang terakhir masih sekolah di tingkat SMP.

Kini, Bu Pantiem tinggal dan dirawat oleh kedua orangtuanya di rumah mereka. Mereka telaten untuk memberi makan, memandikan Ibu Pantiem secara bersama sama. Sang ibu (Musiyem, 80 tahun) dan Bapak (Tumijo, 80 tahun) tampak tegar menerima cobaan hidup di usia mereka yang sudah senja. Mereka yang seharusnya menikmati usia senja justru masih harus berjuang untuk merawat anak mereka yang sedang terkena musibah. Dari penuturan mereka, mereka berdua hanya bisa pasrah kepada Allah atas segala yang terjadi. Segala cara sudah dilakukan namun belum ada hasilnya.

Pekerjaan mereka yang berjualan debog pisang (kulit pohon pisang) dan bantuan dari para donatur menjadi tumpuan hidup mereka.

PMIA menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai 500.000 untuk kebutuhan pengobatan/kebutuhan sehari hari Ibu Pantiem dan keluarga. Mari doakan semoga Ibu Pantiem dan keluarga diberi kesehatan dan kekuatan serta kelancaran rezeki Aamiin Ya Robbal Alamin.

Kisah perjuangan Ibu Pantiem dan keluarga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti syukur dan pejuangan hidup. Mari terus bantu Ibu Pantiem Ibu Pantiem lainnya di luar sana. Semoga Allah memberkahi setiap langkah Aamiin.

Comment dan Share ya.
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

img_20160912_123119

img_20160912_123159

img_20160912_130110

img_20160912_130128

img_20160912_130157

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Leave a Reply