SAS In Action #53 : Kakek Kuat Perkasa!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #53 : Kakek Kuat Perkasa!
(04/12/2016)
(Tegalkemuning, Lempuyangan, Yogyakarta)

SAS In Action kali ini kami bertemu dengan Mbah Sudirman (84 tahun) asli Delanggu, Klaten yang kini hidup sebatang kara menempati ruangan sederhana bahkan di belakang sebuah kantor pos yang sedang direnovasi. TIdak ada tetangga dekat, kamar tidak begitu layak untuk orangtua seperti beliau. Hanya ditemani televise setiap hari. Istri Mbah Sudirman sudah meninggal pada tahun 2008. Mereka hanya mempunyai 1 anak dan kini tinggal di Jakarta (sudah berumah tangga dan memiliki 3 anak).

Ketika ditanya mengapa memilih tinggal di Jogja, Mbah Sudirman menjawab agar tidak merepotkan keluarga. Karena hal tersebut, anak/cucu nya yang beberapa waktu ke Jogja untuk menjenguk Mbah. Dahulu Mbah berprofesi sebagai tukang becak pada tahun 1951-1990 hingga akhirnya karena umur dan kesehatan Mbah beralih profesi sebagai pemulung namun kini sudah berhenti. Sehari hari Mbah mengandalkan uang kiriman anak dan bantuan dari tetangga.

Ketika ditanya mengenai postur tubuh Mbah yang bungkuk, Mbah menjawab bahwa ini karena profesinya dulu sebagai tukang becak yang menunduk, mengayuh becak hingga akhirnya seperti sekarang. Betapa kerja kerasnya Mbah Sudirman.

Pejuang Muda menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp 300.000. Mari doakan semoga Mbah diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah selalu Aamiin Aamiin.

f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-13

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-19

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-20

whatsapp-image-2016-12-08-at-19-08-49

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #5 : SD Muhammadiyah Tengahan

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #5 : SD Muhammadiyah Tengahan
(05/12/2016)
(Kebonagung, Pojok, Minggir, Sleman, DIY)

Alhamdulillahirobbilalamin, Pejuang Muda Indonesia telah menyalurkan dana Beasiswa SPI (Sahabat Pendidikan Indonesia) dari para donatur beasiswa SPI sejumlah Rp 1.000.000 untuk empat siswa kurang mampu yang mempunyai sejumlah tagihan pendidikan.

Penerima beasiswa SPI antara lain:
1. Muhammad Afgan Syahreza (Kelas I)
2. Niko Doni Amana (Kelas II)
3. Andini Nur Aisyah (Kelas II)
4. Syifa Sastika Rina (Kelas II)

Terimakasih kami ucapkan kepada teman teman donatur SPI yang telah istiqomah menabung minimal Rp 2.000 sehari untuk membantu adik adik kita yang membutuhkan biaya pendidikan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan serta kelancaran rezeki Aamiin.

Ayo bantu mereka,
Ayo gabung menjadi donatur beasiswa SPI!

f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

whatsapp-image-2016-12-03-at-10-54-09

whatsapp-image-2016-12-04-at-08-33-37

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #52 : Wanita Wanita Yang Membuka Mata

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #52
(12/11/2016)
(Tegal Kemuning, Depan Pasar Lempuyangan)

SAS In Action #51 kali ini kami tidak melakukan survey terlebih dahulu dalam melaksanakan action. Kiki dan Angga (Pejuang Muda) mengitari kota Jogja untuk mencari mereka yang membutuhkan. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan dua orang wanita separuh baya yang mempunyai cerita hidup yang luar biasa menginspirasi.

Ibu yang pertama bernama Bu Yatinah. Wanita paruh baya asal Klaten ini berprofesi sebagai pengemis. Anaknya empat, suami dan satu anaknya meninggal ketika gempa jogja pada tahun 2006. 3 anaknya sudah berumah tangga namun ekonominya pas pasan. Bu Yatinah setiap hari mengemis dan kalau sudah dirasa cukup beliau akan pulang ke Klaten. Kalau uang hasil mengemisnya sedikit, maka beliau akan bermalam di emperean pertokoan tidak pulang ke Klaten.

Ibu yang lainnya bernama Ibu Rosmaini (55 tahun). Wanita paruh baya ini juga asal Klaten. Setelah bercerita beliau ternyata sudah lama tinggal di Lampung sebagai pemulung. Dahulu ibu pernah hamil namun tidak dinikahi dan ditinggal begitu saja. Setelah jalan 4 bulan, tiba tiba anak yang sedang di dalam kandungannya hilang begitu saja. Kini, Bu Ros hidup memulung, berpindah dari emperan toko yang satu ke toko lainnya.

Pejuang Muda menyalurkan donasi berupa uang Rp 50.000 kepada Bu Yatinah dan Ibu Ros serta paket sembako untuk Bu Ros. Mari doakan semoga beliau Allah kuatkan, sehatkan dan selalu diiringi oleh kebaikan kebaikan Aamiin.

Ini aksi kami, mana aksi kamu?
Bergabunglah dengan keluarga besar Pejuang Muda Indonesia
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
w: www.pejuangmudaindonesia.com
Salurkan donasimu melalui rekening PMIA dengan nomor rek. 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika). Konfirmasi : 089678829945 (SMS/WA)

Jangan lupa share dan comment ya :)

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi!
img-20161118-wa0015

img-20161118-wa0013

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone