SPI #12 SMK Negeri 4 Yogyakarta

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #12 SMK Negeri 4 Yogyakarta
(Jalan Sidikan , Umbulharjo, Yogyakarta)
(26 Agustus 2017)

SPI #12 telah dilaksanakan di SMK Negeri 4 Yogyakarta. Pejuang Muda menyerahkan dana dari para donatur beasiswa SPI sebesar Rp 1.237.500 kepada ananda Sholikhah Nur Jannah (kelas X Tata Busana).

Ananda adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya (Pak Narto) seorang berkebutuhan khusus yang bekerja sebagai tukang servis setrika, magic com dan peralatan elektronik lainnya. Sedangkan Ibunya dalah buruh cuci atau setrika di tempat tetangga. Pendapatan ayah dan ibu tidak seberapa bila dibandingkan dengan pengeluaran sehari harinya. Sehingga Pak Narto sering “buka tutup lubang” demi menghidupi keluarganya.

Mari doakan semoga Dek Sholikhah dan keluarga diberikan kekuatan, kesehatan dan keberkahan hidup Aamiin.

Yuk bantu mereka hanya dengan 2.000 per hari kamu bisa menjadi donatur beasiswa SPI.
Kontak admin via WA 089678829945

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
PicsArt_08-31-11.14.24

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #11: SMP Negeri 2 Lembah Bawang Bengkayang, Kalimantan Barat

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #11
SMP Negeri 2 Lembah Bawang
Bengkayang, Kalimantan Barat

Telah disalurkan beasiswa SPI, sejumlah uang 250.000 untuk biaya sekolah dan paket alat tulis (tas, buku, pulpen) kepada:

Nama: Edi Febrianto dan Rio Akbar (kakak beradik)
Edi sekolah Kelas:SMP N2 lembah bawang, kelas 9
Ttl Edi serukam, 11 feb 2000
Rio Sejaruk, 13 okt 2007

Edi beragama islam, tinggal dengan bibinya yang nasrani. Namun dia sangat menjaga ibadahnya, rajin puasa dan anaknya rajin. Di sekolah Edi termasuk anak yang rajin, dari penuturan beberapa guru di sekolah, edi selalu berusaha untuk masuk sekolah, dan jarang sekali izin terkecuali karena sakit. Edi selain sekolah dia juga bekerja sebagai buruh toreh karet, untuk membantu ekonomi keluarga bibinya. Karena dia sadar bahwa bibinya sudah baik mau menampungnya dan membantu biaya hidup dia dan adiknya.

Edi dan adiknya sudah Yatim piatu, bapak ibunya meninggal karena sakit ketika mereka masih kecil.

Bibinya (diana) bekerja noreh karet, penghasilannya tidak menentu paling besar 70 ribu setiap hari sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan kedua ponakannya ini. Bibinya disini juga harus membiayai sekolah kedua anaknya.

Edi berkeinginan untuk bisa lanjut sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, agar bisa membantu keluarganya dan memperbaiki kehidupan mereka. Edi merasa berhutang budi pada sang bibi, jadi dia harus berusaha keras.

Setiap hari ke sekolah dia berjalan kaki, sepulang sekolah dia kerja, apapun yang bisa dia lakukan untuk dapat bertahan hidup.

Edi adalah pejuang asa dari lembah gunung bawang.

PicsArt_08-11-09.42.19

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #62 : Berjuang Mendampingi Istri

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #62
11 Agustus 2017
RSUP Sarjito Yogyakarta

Tersebutlah Pak Trino (42 tahun) seorang buruh serabutan asal Klaten yang mempunyai istri (35 tahun) yang kini mengidap kanker payudara. Mereka mempunyai satu orang anak yang sedang bersekolah di sekolah dasar.

Awal penyakit itu muncul sekitar setahun yang lalu, kemudian menyebar dan setelah diperiksakan sang istri divonis mengidap kanker payudara. Ketika diwawancari oleh para pejuang, jelas terbaca betapa kuatnya sang suami mendampingi sang istri yang terbaring lemah di pembaringan rumah sakit. sang anak tidak diberikan informasi dan tidak diizinkan untuk ke rumah sakit untuk menjaga kondisi psikologisnya.

Para pejuang menyalurkan donasi sebesar Rp 500.000. mari doakan semoga mereka sekeluarga diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam hidup Aamiin.

pesan : terus beryukur atas hidup yang kita miliki sampai saat ini.

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

PicsArt_08-21-09.35.44

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #61: Anakku Bahagiaku…

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #61
10 Agustus 2017
RSUP Sardjito Yogyakarta

ibu fatonah, adalah ibu yg sangat tabah dan kuat tergambar dari wajah beliau yg ceria. meski saat ini anak kesayangan beliau yg bernama siti karunia lailatul syafira, ditakdirkan Allah dalam kedaan yg tdk sempurna selayaknya anak2 seusianya

De siti yg manis ini di usia yg sudah mengijak 6½ tahun ini belum mampu berjalan maupun berdiri, dan juga belum bisa lancar dalam berbicara. De siti menderita penyakit epilepsi dan cps, dan mulai kejang semenjak usia 7bulan

Dijelaskan oleh ibundanya bahwa dulu dek siti lahir secara tidak normal karena lahir diusia kandungan 10bln. Namun sampai saat ini mengenai penyebab penyakit ini belum pasti

Pengobatan dek siti dengan obat jalan yg harus diminumkan setiap hari, dan menjalani terapi setiap minggunya. Dek siti tidak boleh difoto, dia hanya berbaring dan seolah menyambut kami dengan senyum ceria. Pada waktu itu dek siti sudah menginap 3malam. Alhamdulillah dari pihak RS. Sardjito juga membebaskan/menggratiskan biaya rumah sakit karena memiliki BPJS

De siti mempunyai adik yg usia masih 17bln. Ibu fatonah ibundanya keseharianya menjadi ibu rumah tangga dan suaminya hanya pekerja srabutan dan terkadang hanya disawah kalau tidak ada panggilan kerja, keluarga kecil ini masih tinggal bersama simbah nya yg ikut serta membatu merawat de siti ini.

Mudah mudahan Allah memberikan kelapangan dada serta ketabahan, kesabaran untuk ibu fatonah dan suaminya dalam menerima karunia Allah ini. Karna manusia tidak akan pernah tau Allah akan menguji hamba2nya dengan keadaan yg seperti apa

Pejuang menyalurkan donasi sebesar Rp 400.000. Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan.

www.pejuangmudaindonesia.com
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

PicsArt_08-21-09.26.38

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone