All posts by admin PMIA

Saya adalah admin sekaligus pengurus website Pejuang Muda Indonesia ini.

Aksi Galang Dana Untuk Hamdi

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Aksi penggalangan dana Pejuang Muda Indonesia untuk dek Hamdi penderita Kanker Kulit di Taman Udayana Mataram, (Minggu, 22/10/2017).

Terima kasih kami ucapkan kepada semua Donatur dan Relawan PMIA Chapter Lombok yang turut ikut membantu penggalangan dana untuk dek Hamdi. Semoga aktivitas hari ini berkah dan bermanfaat. Amin.

Pengumpulan donasi Sahabat PMIA Chapter Lombok kali ini untuk Dek Muhammad Hamdi (sering disapa Hamdi). Bocah yang baru berumur 11 tahun ini tinggal di Dusun Tutuk, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Hamdi mengidap kanker kulit sudah 4 tahun, sampai saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan kondisi ekonomi orang tua yang begitu sulit (miskin), sehingga orang tuanya tidak mampu membawa Hamdi berobat ke rumah sakit.

Bagi yang ingin membantu meringankan beban dek Hamdi beserta keluarga, Pejuang Muda Indonesia membuka kolom Donasi untuk Hamdi.

Donasi bisa melalui via Transfer ke No. Rek. Bank Mandiri Syariah: 7102405689 an. Fitriah, dan bisa menghubungi Pejuang Muda Indonesia Chapter Lombok ke 087765005399, PMIA CL akan datang langsung ke tempat tinggal para Donatur (Khusus Kota Mataram). Salam, Bergerak, Berbagi, Menginspirasi.

pengidap kanker kulit
Dek Hamdi
Capture1
Pencarian donasi
ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #63 : Jangan Lupa Bersyukur!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #63
(21 Oktober 2017)
(Pasar Beringharjo, Yogyakarta)

Bagaimana makan malam dan tidurmu kak? Enak tidur di kasur empuk, kan? Berbeda dengan mereka yang makan malam seadanya dan tidur beralaskan tikar. Mari perbanyak bersyukur ya kak 😊

In Frame : SAS In Action #63 berbagi makan malam. Alhamdulillah tidak sampai 5 menit 65 box nasi telah habis untuk para tunawisma di sekitar pasar Beringharjo.

Terimakasih untuk para donatur semoga istiqomah dalam berbagi dan semoga diperlancar rezekinya oleh Allah, amin.

63

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #13 : SMA Negeri 1 Gamping Yogyakarta

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #13 – SMA Negeri 1 Gamping Yogyakarta
(6 Oktober 2017)

SPI #13 telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping Yogyakarta. Pejuang Muda menyerahkan dana dari para donatur beasiswa SPI sebesar Rp 2.400.000 kepada 4 siswa SMA Negeri 1 Gamping.

Yuk, bantu mereka hanya dengan 2.000 per hari kamu bisa menjadi donatur beasiswa SPI! Kontak admin via WA 089678829945.

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi.
SPI 13

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Milad PMIA #2

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Milad PMIA #2 (5 September 2017)

Panti Asuhan AL Falah

Alhamdulillah, tidak terasa perjalanan PMIA menginjak tahun kedua. Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung PMIA baik itu relawan, donatur, keluarga dan lain sebagainya.

Semoga ke depan PMIA semakin baik, berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang Aamiin Ya Robbal ALamin.

Dukung terus kami untuk Bergerak, Berbagi, Menginspirasi :)

IMG_20170905_100140_931

IMG_20170905_095918_574

 

IMG_20170905_093137_824IMG_20170905_144245_984

IMG_20170905_200939_293

IMG_20170905_200939_294

IMG_20170905_212246_446

IMG_20170906_073301_115

IMG_20170907_194959_137

IMG_20170909_065417_647

IMG_20170905_114217_217

IMG_20170905_144120_386

IMG_20170905_144152_590

IMG_20170905_144216_049IMG-20170906-WA0008_1504669623635

IMG-20170907-WA0017

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #12 SMK Negeri 4 Yogyakarta

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #12 SMK Negeri 4 Yogyakarta
(Jalan Sidikan , Umbulharjo, Yogyakarta)
(26 Agustus 2017)

SPI #12 telah dilaksanakan di SMK Negeri 4 Yogyakarta. Pejuang Muda menyerahkan dana dari para donatur beasiswa SPI sebesar Rp 1.237.500 kepada ananda Sholikhah Nur Jannah (kelas X Tata Busana).

Ananda adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya (Pak Narto) seorang berkebutuhan khusus yang bekerja sebagai tukang servis setrika, magic com dan peralatan elektronik lainnya. Sedangkan Ibunya dalah buruh cuci atau setrika di tempat tetangga. Pendapatan ayah dan ibu tidak seberapa bila dibandingkan dengan pengeluaran sehari harinya. Sehingga Pak Narto sering “buka tutup lubang” demi menghidupi keluarganya.

Mari doakan semoga Dek Sholikhah dan keluarga diberikan kekuatan, kesehatan dan keberkahan hidup Aamiin.

Yuk bantu mereka hanya dengan 2.000 per hari kamu bisa menjadi donatur beasiswa SPI.
Kontak admin via WA 089678829945

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
PicsArt_08-31-11.14.24

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #11: SMP Negeri 2 Lembah Bawang Bengkayang, Kalimantan Barat

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #11
SMP Negeri 2 Lembah Bawang
Bengkayang, Kalimantan Barat

Telah disalurkan beasiswa SPI, sejumlah uang 250.000 untuk biaya sekolah dan paket alat tulis (tas, buku, pulpen) kepada:

Nama: Edi Febrianto dan Rio Akbar (kakak beradik)
Edi sekolah Kelas:SMP N2 lembah bawang, kelas 9
Ttl Edi serukam, 11 feb 2000
Rio Sejaruk, 13 okt 2007

Edi beragama islam, tinggal dengan bibinya yang nasrani. Namun dia sangat menjaga ibadahnya, rajin puasa dan anaknya rajin. Di sekolah Edi termasuk anak yang rajin, dari penuturan beberapa guru di sekolah, edi selalu berusaha untuk masuk sekolah, dan jarang sekali izin terkecuali karena sakit. Edi selain sekolah dia juga bekerja sebagai buruh toreh karet, untuk membantu ekonomi keluarga bibinya. Karena dia sadar bahwa bibinya sudah baik mau menampungnya dan membantu biaya hidup dia dan adiknya.

Edi dan adiknya sudah Yatim piatu, bapak ibunya meninggal karena sakit ketika mereka masih kecil.

Bibinya (diana) bekerja noreh karet, penghasilannya tidak menentu paling besar 70 ribu setiap hari sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan kedua ponakannya ini. Bibinya disini juga harus membiayai sekolah kedua anaknya.

Edi berkeinginan untuk bisa lanjut sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, agar bisa membantu keluarganya dan memperbaiki kehidupan mereka. Edi merasa berhutang budi pada sang bibi, jadi dia harus berusaha keras.

Setiap hari ke sekolah dia berjalan kaki, sepulang sekolah dia kerja, apapun yang bisa dia lakukan untuk dapat bertahan hidup.

Edi adalah pejuang asa dari lembah gunung bawang.

PicsArt_08-11-09.42.19

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #62 : Berjuang Mendampingi Istri

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #62
11 Agustus 2017
RSUP Sarjito Yogyakarta

Tersebutlah Pak Trino (42 tahun) seorang buruh serabutan asal Klaten yang mempunyai istri (35 tahun) yang kini mengidap kanker payudara. Mereka mempunyai satu orang anak yang sedang bersekolah di sekolah dasar.

Awal penyakit itu muncul sekitar setahun yang lalu, kemudian menyebar dan setelah diperiksakan sang istri divonis mengidap kanker payudara. Ketika diwawancari oleh para pejuang, jelas terbaca betapa kuatnya sang suami mendampingi sang istri yang terbaring lemah di pembaringan rumah sakit. sang anak tidak diberikan informasi dan tidak diizinkan untuk ke rumah sakit untuk menjaga kondisi psikologisnya.

Para pejuang menyalurkan donasi sebesar Rp 500.000. mari doakan semoga mereka sekeluarga diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam hidup Aamiin.

pesan : terus beryukur atas hidup yang kita miliki sampai saat ini.

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

PicsArt_08-21-09.35.44

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #61: Anakku Bahagiaku…

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #61
10 Agustus 2017
RSUP Sardjito Yogyakarta

ibu fatonah, adalah ibu yg sangat tabah dan kuat tergambar dari wajah beliau yg ceria. meski saat ini anak kesayangan beliau yg bernama siti karunia lailatul syafira, ditakdirkan Allah dalam kedaan yg tdk sempurna selayaknya anak2 seusianya

De siti yg manis ini di usia yg sudah mengijak 6½ tahun ini belum mampu berjalan maupun berdiri, dan juga belum bisa lancar dalam berbicara. De siti menderita penyakit epilepsi dan cps, dan mulai kejang semenjak usia 7bulan

Dijelaskan oleh ibundanya bahwa dulu dek siti lahir secara tidak normal karena lahir diusia kandungan 10bln. Namun sampai saat ini mengenai penyebab penyakit ini belum pasti

Pengobatan dek siti dengan obat jalan yg harus diminumkan setiap hari, dan menjalani terapi setiap minggunya. Dek siti tidak boleh difoto, dia hanya berbaring dan seolah menyambut kami dengan senyum ceria. Pada waktu itu dek siti sudah menginap 3malam. Alhamdulillah dari pihak RS. Sardjito juga membebaskan/menggratiskan biaya rumah sakit karena memiliki BPJS

De siti mempunyai adik yg usia masih 17bln. Ibu fatonah ibundanya keseharianya menjadi ibu rumah tangga dan suaminya hanya pekerja srabutan dan terkadang hanya disawah kalau tidak ada panggilan kerja, keluarga kecil ini masih tinggal bersama simbah nya yg ikut serta membatu merawat de siti ini.

Mudah mudahan Allah memberikan kelapangan dada serta ketabahan, kesabaran untuk ibu fatonah dan suaminya dalam menerima karunia Allah ini. Karna manusia tidak akan pernah tau Allah akan menguji hamba2nya dengan keadaan yg seperti apa

Pejuang menyalurkan donasi sebesar Rp 400.000. Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan.

www.pejuangmudaindonesia.com
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

PicsArt_08-21-09.26.38

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #9 : SMA Gama Yogyakarta

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SPI #10 : SMA Gama Yogyakarta
(Jum’at, 21 Juli 2017)

Hari ini kami menemui salah satu siswi SMA Gama Yogyakarta, namanya Siti Dwi Septiahari, dia lahir di Tanjung balai, 19 september 2000

Sekarang dia kelas 3 SMA, dia merantau ke Yogyakarta sejak kelas 1 sma bersama kakaknya yang sekarang sedang menjalani kuliah di STTENAS. Siti dan kakaknya kos di sekitar daerah Babarsari, Yogyakarta. Untuk hidup siti dibiayai oleh ibu dan kakaknya yang juga bekerja sambilan.

Terimakasih kepada kakak2 donatur yang telah membantu siti dalam mengejar pendidikannya.
Uang sejumlah Rp 1 juta rupiah telah diterima Siti untuk digunakan sebagai dana pelunasan biaya pendidikan Siti.

PicsArt_07-24-11.17.55

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #60 : Semangat Yuli melawan Lupus

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #60
(RS Sardjito UGM, Yogyakarta)
(28 Mei 2017)

Yuli merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Umurnya 18 tahun. Ia menderita lupus. Seperti kita tahu bahwa lupus adalah penyakit seribu wajah karena ia bisa bersembunyi dan muncul sebagai penyakit yang lain.
seperti yang dialami Yuli, ia diperkirakan menderita penyakit kulit namun setelah di periksa kembali ternyata ia menderita lupus.

Bapak Yuli bekerja sebagai kenek bis pariwisata, sedang ibunya adalah ibu rumah tangga. Adik adik Yuli yang masih bersekolah SMP dan SD saling bergantian merawat sang Kakak.

Pejuang Muda menyalurkan donasi berupa uang Rp 400.000 . Mari doakan semoga Yuli dan keluarga di berikan kekuatan, ketabahan dan kesehatan Aamiin Ya Robbal Alamin.

IMG_20170609_085619_072

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone