Category Archives: PMIA CHAPTER LOMBOK

SAS In Action : Pejuang Muda Terpilih 5

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action
(02/09/2016)
(Mataram, RT 001/RW 280 Jln Unizar Turida Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat)

Pejuang Muda Indonesia yang satu ini adaa mahasiswa baru Universitas Mataram Jurusan Akuntasnsi. Semangat mengikuti berbagai kegiatan patut menjadi contoh bagi mahasiswa baru lainnya yang cenderung takut untuk berorganisasi atau terlibat kegiatan seperti menjadi bagian dari Pejuang Muda Indonesia. Sebuah langkah awal yang baik untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi.
Ria bertindak sebagai donator kepada sahabat PMIA yang terpilih secara random. Sahabat PMIA kali ini adalah Nenek Mahirah 85 Tahun, tinggal di lingkungan Turida Barat RT 04, kelurahan Sandubaya (NTB). Adalah salah satu dari lansia dan sekaligus menyandang gelar janda di usia rentanya. Kehidupannya jauh dari kata cukup, memiliki rumah sederhana dan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Terkadang, untuk makan sehari-hari saja sulit dan sering kali mendapat bantuan dari tetangganya. Kondisi ini diperparah dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Beliau hidup dengan cucunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu. Sehingga nenek Mahirah pantas mendapatkan donasi berupa beras 2 kg dan sedikit uang.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Tulisan Ria Mawaddah
5

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action : Pejuang Muda Terpilih 4

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action
(03/09/2016)
Kekalik Kijang, Kekalik Jaya, Sekarbela, Mataram, NTB.

Hujan tidak menghalangi niat Kak Za’idatul Uyun Akrami untuk bebrbagi dengan sahabat PMIA. Kakek Napsiyah merupakan penerima donasi dari cewek yang akrab disapa Uyun. Kakek yang berprofesi sebagai pemulung ini hanya mampu mengumpulkan rongsokan seukuran satu kwintal karung. Satu kg dihargai Rp 2.000 sehingga dalam sehari kakek Napsiyah mampu mendapatkan Rp 20.000. Rasanya masih jauh dari kata sepadan dengan jam kerja beliau yang tak mengenal waktu. Namun prinsip kakek Nap yang tidak ingin merepotkan anak-anaknya patut kita acungkan jempol.

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari Za’idatul Uyun Akrami
4

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action : Pejuang Muda Terpilih 3

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action
(01/09/2016)
Kali Jangkuk Ampenan, Mataram, Lombok, NTB.

Iya. Pemuda ini namanya Dedy Muslihadi dan dua anak kecil yang ada disebelahnya bernama Fizi dan Dika. Sahabat PMIA yang mendapat donasi dari Bro Dedy adalah mereka berdua. Kedua anak ini memiliki nasib yang kurang beruntung jika dibandingkan dgn anak-anak pada umumnya. Fizi yang masih duduk di bangku kelas 2 SD merupakan yatim dan Dika tidak lagi tinggal dengan kedua orang tuanya karena sejak lama sudah cerai. Meski demikian, mereka tetap ceria menjalani hari seperti anak kebanyakan. Pejuang Muda Indonesia memberikan alat tulis kepada mereka untuk digunakan ketika sekolah.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari tulisan Dedy Muslihadi
3

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action : Pejuang Muda Terpilih 2

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action
(03/09/2016)
Br Dinas Tegayang, Desa Penatahan, Kec. Penebel, Kab. Tabanan – NTB

Wanita yang berasal dari Lombok tapi bekerja di Bali ini memiliki jiwa sosial yang tinggi berkesempatan berbagi dgn Mbah Oko. Tubuh renta mbah Oko masih kuat untuk berburuh serabutan demi menyambung hidup. Sahabat PMIA yang menjanda sejak April 2015 memulai hidup sendiri ini sempat memberikan nasehat berharga kepada cewek yang akrab dipanggil Wiwin.

“Menua bersama orang yang disayang adalah harta yang tidak ternilai harganya. Berjuang bersama melewati lika-liku kehidupan itu suatu hal yang tidak semua orang bisa….”

Wiwin berbagi sembako kepada sahabat PMIA yang hidup dalam perjuangan berat di masa tuanya.

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
pmia.lombok@gmail.com
Twitter: @pmialombok
Facebook: Pmia Chapter Lombok
WA/Telegram: 087863332633
www.pejuangmudaindonesia.com

Tulisan ini disari dari tulisan Widia Winarti.
22

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action : Pejuang Muda Terpilih 1

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action
(28/08/2016)
Batuyang, Kec. Pringgabaya, Kab. Lotim, NTB.

Bersama Sang Pendidik Tanpa Jasa.

Namanya Ali Akbar Hidàyat. Pemuda Lulusan FEB Unram ini melakukan Sedekah Apa Saja (SAS) in Action dengan memberikan sejumlah uang tunai kepada seorang guru yg bernama Sarbini. Sang Guru yang mengidap Tuna Daksa ini hidup bersama istri dan seorang anak di rumah kecil berukuran 20 meter persegi.
Pekerjaan sebagai buruh garmen rumahan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak jarang beliau menerima pemberian dari keluarga dan tetangganya. Pekerjaan yg tidak menetap, membuat pak Sarbini memiliki waktu luang yg cukup banyak sehingga beliau memutuskan untuk menjadi guru bagi anak-anak yg ada di sekitar rumahnya tanpa memperhitungkan bayaran. Beliau memiliki cita mulia yaitu memiliki lembaga bimbingan belajar dan perpustakaan mini.

Bersama dalam bergerak, berbagi dan menginspirasi.

@pejuangmudaindonesia
@pejuangmudaindonesia
@pmialombok
@pmialombok

Tulisan ini disari dari tulisan Ali Akbar Hidayat (Pejuang Muda Indonesia).
14264919_163659097410096_5364419316583647061_n

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Launching PMIA Chapter Lombok : Bagi-Bagi Kado Kemerdekaan

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Apresiasi setinggi-tingginya untuk PMIA Chapter pertama yaitu PMIA Chapter Lombok yang resmi di launching pada bertepatan dengan HUT RI ke 71.

PMIA Chapter Lombok di ketuai oleh Muhamad Baiul Hak. Ke depan akan banyak sekali program yang akan dijalankan. Bagi teman teman di Lombok yang ingin bergabung atau berdonasi bisa menghubungi 087 6333 2633 (Hak).

Bergerak Berbagi, Menginspirasi!

Launching PMIA Chapter Lombok ditandai dengan SAS In Action #01. Berikut info selengkapnya.

Namanya Nenek Rawidah. Usianya sdh 80-an tahun dan masih tetap bekerja. Sejak 15 tahun yang lalu, nenek Rawidah berjualan minuman dan beberapa makanan ringan di pinggir jalan. Warungnya sangat sederhana dengan terik panas yg menyinari meja jualannya. Saat kami menyusuri jalan diantara pantai Setangi dan Malimbu, kami berkesempatan memberikan paket sembako sebagai Kado Kemerdekaan.

Semoga bermanfaat ya Nek.

1

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone