Category Archives: SAS IN ACTION

SAS On Action

SAS In Action #59 : Terus Berjuang Sampai Kapanpun!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #59
(Kwara Alam, Sidareja, Lendah, Kulon Progo) (14/05/2017)

Alhamdulillah, telah di salurkan donasi sebesar Rp 300.000 dari para donatur kepada Ibu tumiyem dan keluarga. Beliau adalah Ibu dengan sedikit gangguan jiwa yang mempunyai anak dan menantu yang juga mengalami gangguan kejiwaan

Ibu dan Tumiyem beserta 2 anak beserta menantu dan 2 cucu hidup dalm satu rumah sederhana di pelosok Kulon Progo. Beliau dan anak anak beliau bekerja buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Tidak hanya begitu saja, salah satu cucunya bahkan harus mengalami tinggal kelas dalam beberapa tahun karena nilai sekolah yang tak kunjung membaik.

Mari doakan Ibu Tumiyem dan keluarga semoga Allah berikan kekuatan, ketabahan menjalani hidup hidup mereka Aamiin

Mari bergabung bersama kami.
www.pejuangmudaindonesia.com
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
untitleds

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #58 : Bagi Bagi Nasi Yuk!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #58
(07/05/2017)
(Pasar Beringharjo, Yogyakarta)

Action #58, berbagi nasi makan siang dari para donatur untuk mereka para buruh gendong, tukang becak, pengamen, tukang sampah dan lain lain. Teruslah bersyukur dan jangan ragu berbagi. Pastikan usiamu bermanfaat dan tidak terbuang sia sia. Salam Bergerak, Berbagi, Menginspirasi 🙌🙌🙌
111

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #57 : Berbagi Dengan Davita Niza

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #57
(30/04/2017)
(Durensawit, Mororejo, Tempel Sleman, DIY)

Alhamdulillah, SAS In Action #57 bersama Davita, Ibu Siti dan Pak Budi berjalan lancar. Davita Niza (2 tahun, 8 bulan) mengalami hidrosefalus (pembesaran kepala). Sejak dalam usia kandungan 4 bulan, dokter telah memvonis Davita mengalami gangguan tumbuh dan diputuskan untuk lahir prematur.

Donasi sebesar Rp 600.000 telah disalurkan untuk kebutuhkan pengobatan Davita. Terimakasih seluruh donatur, para Pejuang Muda dan pihak pihak yang membantu. Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan. Doakan Davita dan keluarga ya semoga selalu dilindungi dan diberkahi Allah 💕💕💕

Yuk ikut gabung bergerak bersama kami
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
www.pejuangmudaindonesia.com
Capture

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #56 Reresik Alkid (Alun-Alun Kidul)

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #56 : Reresik Alkid (ALun-ALlun Kidul)
(02/04/2017)
(Alun-alun Selatan, Yogyakarta)

Action kali ini Pejuang Muda melakukan giat bersih di Alkid, Yogyakarta. Walau hanya dengan 3 pejuang muda, Alhamdulillah semangat kita tetap membara.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 dan di akhiri pada pukul 08.30.
Terlihat sampah plastik berserakan dimana mana. Ditambah hari itu adalah hari Minggu, banyak sekali orang yang jajan, berolahraga dan sekedar jalan jalan.
Yuk jaga lingkungan kita. Kalau bukan kita yang membersihkannya, lantas siapa lagi?

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
www.pejuangmudaindonesia.com 🙌🙌🙌
PicsArt_04-02-11.01.35

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #55 : Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #55
(12/3/2017)
(Tilas, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul)

Alhamdulillahirobilalamin, berkat rahmat Allah SWT pada hari Minggu, 12 Maret 2017, temen temen relawan PMIA berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Ibu Paijem dan Aris.

Ibu Paijem (36 tahun) adalah ibu dari Aris Nugroho (18 tahun). Aris lahir pada tanggal 9 September 1998 di Bantul. Aris adalah seorang remaja penderita Hidrocepalus (pembesaran kepala) sejak kecil. Seharusnya seusia Aris sekarang, ia telah tumbuh berkembang menjadi remaja yang aktif dan ceria yang mungkin duduk di bangku SMA ataupun semester awal kuliah.

Menurut penuturan sang Ibu, ketika dulu melahirkan, kondisi Aris normal seperti bayi pada umumnya. Namun di usia 8 bulan, Aris mengalami demam tinggi kemudian di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Tak lama setelah itu, Aris pun di suntik pada bagian kepalanya. Bukan kesembuhan yang ia dapatkan, kepala Aris pun semakin membesar. Ibu Paijem pun mencoba untuk menuntut pertanggung jawaban pihak rumah sakit, namun sepertinya mengalami berbagai kendala hingga akhirnya Ibu paijem pun mengikhlaskan.

Ibu Paijem merawat Aris bersama sang ibu tapi kini sudah meninggal. Sudah lama pula, sang suami meninggalkan mereka dan kabarnya sekarang sudah menikah lagi. Suatu hari kabar kondisi Aris dan Ibu diposting di media sosial. Ada orang yang menjadi penyalur bantuan namun uangnya tidak diberikan seluruhnya, malah di bawa kabur dan tanpa kabar. Itu belum seberapa, masih banyak cerita lainnya.

Kini, Ibu Paijem merawar Aris seorang diri. Setiap Sabtu, mereka pergi ke RS Panti Rapih untuk terapis. Jarak yang jauh , belum lagi ongkos jalan yang mahal tidak menyurutkan semangat mereka. Kini, lingkar kepala yang dulu 180 cm sekarang berangsur angsur mengecil hingga 80 cm.

Ibu Paijem tidak bekerja, dulu pernah membuka warung sembako di rumah namun sekarang sudah tutup. Untuk obat, terapis, ongkos jalan dan kebutuhan yang lainnya ibu Paijem dibantu oleh donatur baik itu tetangga, keluarga maupun bantuan dari berbagai pihak.

Tidak sampai disitu, Ibu paijem pun mengalami kondisi kepala yang tidak seperti kepala manusia pada umumnya. Ibu tidak mempunyai tempurung kepala, mata sebelah kirinya sedikit tertutup karena dulu pernah jatuh dan qodarullah kondisinya seperti sekarang.

Yang membuat kami salut akan perjuangan beliau adalah keistiqomahan ibu Paijem dalam beribadah baik itu solat wajib, solat tahajud setiap malam dan puasa Senin-Kamis. Ibu menuturkan, apapun yang dikatakan oleh masyarakat tentang dirinya, atau apapun tantangan/ujian dari Allah, Ibu siap menghadapinya. Ibu Paijem akan terus membersamai Aris sampai kapanpun. Rasa syukur beliau luar biasa!

PMIA menyalurkan donasi berupa uang tunai sebesar Rp 300.000 untuk membantu pengobatan Aris. Semoga menjadi amal jariyah bagi yang sudah berdonasi maupun pihak lain yang telah membantu.

Sungguh, perjuangan mereka sangat menginspirasi dan membuka mata kita semua. Semoga kita bisa semakin bersyukur dan banyak membantu orang lain. Mari doakan semoga Ibu Paijem dan Aris diberikan kekuatan, kesabaran, perlindungan dan kesehatan Aamiin Ya Robbal Alamin.

Ayo bergabung bersama kami!
Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #54 : Berjuang Melawan Virus Rubella

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #54
(8/1/2017)
(Pulutan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul)

Alhamdulillah, kami berkesempatan mengunjungi DIlla dan keluarga. Anak yang bernama lengkap Baydilla Annisa Putri ini lahir pada tanggal 21 Mei 2012 dengan kondisi yang berbeda dari bayi biasanya. Sang Ibu yang bernama Sundari Dyah Amorowati (37) pasangan dari Bapak Supriyadi (40) ini ternyata terkena salah satu virus TORCH yaitu virus Rubella. Anak kedua dari 2 bersaudara ini terkena virus yang menyerang jantung dan organ lainnya.
Awal terdekteksi terpapar virus rubella adalah munculnya campak jerman/gabagen di trisemester awal kehamilan. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata beliau terkena virus tersebut. Virus tersebut sekarang menyebabkan jantung Dilla bermasalah. Penglihatan dan pendengaran yang tidak berfungsi normal. Walau dengan segala keterbatasan, Dilla tidak bisa melihat dan mendengar tapi bocah 4,5 tahun ini sangat aktif dan tidak bisa diam sehingga harus selalu ada yang mengawasi, tutur sang Bunda. Bapak dan ibunya bergantian mengawasi DIlla. Dilla pun mempunyai jadwal tidur yang berbeda. Terkadang dia aktif di malam hari, setelah isya tidak tidur, bermain dan segala macam kegiatan baru setelah pagi hari ia mandi dan tidur.

Sang ayah bekerja sebagai security di salah satu perusahaan di jalan Magelang. Sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Kakak Dilla (Annisa) sekarang kelas 6 SD. Kehidupan mereka sangat sederhana. Mereka terlihat sangat semangat untuk menyembuhkan DIlla. Alhamdulillah, berbagai bantuan datang sehingga InsyaAllah bulan Januari ini Dilla akan melangsungkan operasi jantung di RSUP Sardjito Yogyakarta.
Pejuang Muda Indonesia menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 500.000 untuk kebutuhan pengobatan Dilla. Mari doakan semoga Dilla diberikan kesembuhan, kesehatan serta keluarganya diberikan kekuatan dan perlindungan selalu Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin.

f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
Jangan lupa share, comment dan donasi ya manteman :)

PicsArt_01-02-06.28.04

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #53 : Kakek Kuat Perkasa!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #53 : Kakek Kuat Perkasa!
(04/12/2016)
(Tegalkemuning, Lempuyangan, Yogyakarta)

SAS In Action kali ini kami bertemu dengan Mbah Sudirman (84 tahun) asli Delanggu, Klaten yang kini hidup sebatang kara menempati ruangan sederhana bahkan di belakang sebuah kantor pos yang sedang direnovasi. TIdak ada tetangga dekat, kamar tidak begitu layak untuk orangtua seperti beliau. Hanya ditemani televise setiap hari. Istri Mbah Sudirman sudah meninggal pada tahun 2008. Mereka hanya mempunyai 1 anak dan kini tinggal di Jakarta (sudah berumah tangga dan memiliki 3 anak).

Ketika ditanya mengapa memilih tinggal di Jogja, Mbah Sudirman menjawab agar tidak merepotkan keluarga. Karena hal tersebut, anak/cucu nya yang beberapa waktu ke Jogja untuk menjenguk Mbah. Dahulu Mbah berprofesi sebagai tukang becak pada tahun 1951-1990 hingga akhirnya karena umur dan kesehatan Mbah beralih profesi sebagai pemulung namun kini sudah berhenti. Sehari hari Mbah mengandalkan uang kiriman anak dan bantuan dari tetangga.

Ketika ditanya mengenai postur tubuh Mbah yang bungkuk, Mbah menjawab bahwa ini karena profesinya dulu sebagai tukang becak yang menunduk, mengayuh becak hingga akhirnya seperti sekarang. Betapa kerja kerasnya Mbah Sudirman.

Pejuang Muda menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp 300.000. Mari doakan semoga Mbah diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah selalu Aamiin Aamiin.

f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
www.pejuangmudaindonesia.com
Donasi : no.rek 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika. Kode Bank 451)
Admin : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-13

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-19

whatsapp-image-2016-12-04-at-13-35-20

whatsapp-image-2016-12-08-at-19-08-49

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #52 : Wanita Wanita Yang Membuka Mata

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #52
(12/11/2016)
(Tegal Kemuning, Depan Pasar Lempuyangan)

SAS In Action #51 kali ini kami tidak melakukan survey terlebih dahulu dalam melaksanakan action. Kiki dan Angga (Pejuang Muda) mengitari kota Jogja untuk mencari mereka yang membutuhkan. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan dua orang wanita separuh baya yang mempunyai cerita hidup yang luar biasa menginspirasi.

Ibu yang pertama bernama Bu Yatinah. Wanita paruh baya asal Klaten ini berprofesi sebagai pengemis. Anaknya empat, suami dan satu anaknya meninggal ketika gempa jogja pada tahun 2006. 3 anaknya sudah berumah tangga namun ekonominya pas pasan. Bu Yatinah setiap hari mengemis dan kalau sudah dirasa cukup beliau akan pulang ke Klaten. Kalau uang hasil mengemisnya sedikit, maka beliau akan bermalam di emperean pertokoan tidak pulang ke Klaten.

Ibu yang lainnya bernama Ibu Rosmaini (55 tahun). Wanita paruh baya ini juga asal Klaten. Setelah bercerita beliau ternyata sudah lama tinggal di Lampung sebagai pemulung. Dahulu ibu pernah hamil namun tidak dinikahi dan ditinggal begitu saja. Setelah jalan 4 bulan, tiba tiba anak yang sedang di dalam kandungannya hilang begitu saja. Kini, Bu Ros hidup memulung, berpindah dari emperan toko yang satu ke toko lainnya.

Pejuang Muda menyalurkan donasi berupa uang Rp 50.000 kepada Bu Yatinah dan Ibu Ros serta paket sembako untuk Bu Ros. Mari doakan semoga beliau Allah kuatkan, sehatkan dan selalu diiringi oleh kebaikan kebaikan Aamiin.

Ini aksi kami, mana aksi kamu?
Bergabunglah dengan keluarga besar Pejuang Muda Indonesia
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
w: www.pejuangmudaindonesia.com
Salurkan donasimu melalui rekening PMIA dengan nomor rek. 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika). Konfirmasi : 089678829945 (SMS/WA)

Jangan lupa share dan comment ya :)

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi!
img-20161118-wa0015

img-20161118-wa0013

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #51 : Reresik Taman Nasional Kaliurang

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #51 : Reresik Taman Nasional Gunung Merapi (06/11/2016)
(Taman Nasional Gunung Merapi Kaliurang)

Action kali ini Pejuang Muda berkunjung ke Taman Nasional Gunung Merapi untuk bersilaturahmi dengan petugas kebersihan dan sekaligus membantu mereka dalam membersihkan lokasi wisata. Di tempat wisata tersebut, ada 4 orang tenaga kebersihan yang setiap harinya bekerja menjaga kebersihan lingkungan wisata pada setiap pagi dan sorenya

Kami bersyukur bisa berbincang dan membantu mereka. Dari perbincangan tsb, bahkan ada yang sudah 30 tahun bekerja di Taman Nasional Gunung Merapi. Sungguh, luar biasa

Berkat petugas kebersihan, Taman Nasional Gunung Merapi masih sangat asri dan terawat dengan baik
Mari doakan semoga Bapak, Ibu petugas kebersihan dan petugas lainnya di Taman Nasional Gunung Merapi beserta keluarga mereka diberikan kesehatan, keselamatan, perlindungan, kelancaran rizki dan umur yang manfaat Aamiin Ya Robbal Alamin

Ayo ikutan PMIA!
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
www.pejuangmudaindonesia.com 🙌🙌🙌
capture

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #50 : Belajar Arti Kesetiaan Dari Mbah Bejo

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #50
(23/10/2016)
(Tegal Kemuning, RW 8, Belakang Pasar Lempuyangan)

SAS In Action ke 50 kami bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada Mbah Bejo. Mbah Bejo adalah seorang kakek yang lahir pada tahun 1949 (67 tahun). Beliau tinggal bersama istri dan seorang anaknya dirumahnya. Mbah Bejo memiliki sakit pada kedua mata dan punggungnya yang menyebabkan beliau susah untuk melihat dan berjalan. Begitu pula istrinya yang memiliki sakit di mata dan kakinya setelah jatuh dan belum diobati. Saat ini Mbah Bejo bekerja sebagai tukang pijat sedangkan istrinya hanya tinggal dirumah. Sehari-harinya mereka dibantu oleh tetangga dan saudaranya apabila membutuhan sesuatu.

Mbah Bejo dan istri memiliki satu orang putra. Ia bekerja sebagai pengrajin batik dan bekerja serabutan sehingga terkadang tidak berada dirumah untuk merawat Mbah Bejo dan istri. Alhamdulillah, Pejuang Muda menyalurkan bantuan dari para donator berupa uang tunai sebesar Rp 300.000.

Mbah Bejo dan istri mengajarkan kita arti berjuang bersama. Dalam keadaan suka maupun duka, suami istri harus bahu membahu bekerja keras demi bertahan hidup. Cinta dan kasih sayang yang besar sangat terlihat di antara mereka. Dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, mereka saling setia saling membantu dan melengkapi. Inilah contoh romantisme keluarga yang harus kita teladani bahwa keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya. Sudah sepatutnya kita jaga, rawat dan perjuangkan sampai akhir hidup. Terimakasih untuk pelajarannya Mbah. Mari doakan semoga Mbah Bejo dan keluarga diberikan kekuatan, kesehatan serta perlindungan dari Allah Aamiin Ya Robbal Alamin.

Ini aksi kami, mana aksi kamu?
Bergabunglah dengan keluarga besar Pejuang Muda Indonesia
f : Pejuang Muda Indonesia
t : @pejuangmudaind
ig : @pejuangmudaindonesia
w: www.pejuangmudaindonesia.com
Salurkan donasimu melalui rekening PMIA dengan nomor rek. 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika). Konfirmasi : 089678829945 (SMS/WA)

Jangan lupa share pesan kebaikan ini ya :)

Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi!

img-20161023-wa0010

img-20161023-wa0008

img-20161023-wa0013

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone