Category Archives: SAS IN ACTION

SAS On Action

SAS On Action #29 Kegigihan Mbah Marsinah dan Wulan

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #29 (17/04/2016) (Jln. A.M. Sangaji, DIY)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, akhirnya kunjungan ketiga kali ini kami bisa menemui Nadia Amelia Wulansari (Wulan, 6 th) dan Mbah Marsinah (janda, 78 th). Gadis cilik ini ditinggal oleh ibunya sejak usia 5 bulan karena meninggal dunia. Ia anak ke empat dari empat bersaudara. Ia tinggal bersama neneknya sedang yang lain tinggal bersama nenek lainnya. Ayahnya menikah lagi dan tidak menafkahi Wulan dan keluarga.

Sejak bayi hingga sekarang Wulan hidup dan dibesarkan oleh neneknya.
Beliau adalah seorang pemulung. Rumahnya penuh dengan barang barang hasil memulung. Kami tak menyangka, di deretan jalan utama di Jogja, sebelah kanan kirinya penuh dengan gedung, rumah makan dan pusat bisnis terdapat sepetak rumah yang lain tidak layak huni. Kecil, penuh barang bekas dan sisi belakangnya adalah sungai yang cukup besar. Bisa dibayangkan, ketika hujan deras melanda, kita saja yang berada di dalam rumah merasa dingin dan takut ketika petir menyambar. Apalagi Wulan dan Simbah. Dingin, bocor sana sini belum lagi suara petir yang menyambar , MasyaAllah :’) Disisi lain, Wulan yang kini duduk di kelas 1 SD Blunyahrejo merupakan anak yang pintar. Ia mendapat ranking 1 dan pintar menggambar. Setiap hari ia berjalan kaki ke sekolah dan jaraknya lumayan jauh. Ketika ditanya oleh kami, Wulan bercita cita menjadi wanita karir yang sukses sehingga esok bisa membahagiakan Mbah Marsinah. Sungguh, luar biasa.

Wulan dan Mbah Marsinah menerima bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Kami pun mengajak Wulan dan kakaknya (Suni, 16th) yang putus sekolah sejak tamat SD dan kebetulan sdang menjenguk Wulan dan si Mbah untuk berbelanja dan bermain di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jogjakarta.
Mari doakan semoga Wulan, Mbah Marsinah diberi kesehatan, kebarokahan, kelancaran rizki dan keselamatan dunia akhirat Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri kode 451 an Ratih Kartika). Konfirmasi : 089678829945 -SAS-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

5c06390c-424a-4867-b1dc-8654e334186a

9d29a383-69b0-4efb-9b33-57f98d9ed80e

aed79185-ce71-4b47-abb7-843936174e3c

fb5cdf63-479b-41b2-be9f-d761f5007e3f

SAS In Action #29 bersama Wulan dan Mbah Marsinah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #28 Keikhlasanmu Mengalihkan Duniaku

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

AS In Action #28
(10/04/2016)

Belajar tentang keikhlasan dari Bu Tumidah. Kami menemui beliau di sunmor UGM. Beliau sedang mengemis bersama anak kecil yang ternyata adalah cucunya. Bu Tumidah (Janda, 52 th, Sukoharjo). Cerita hidupnya sungguh menginspirasi

Beliau memiliki cacat dibagian mata dan ternyata cacat tersebut diakibatkan air keras yang disiramkan oleh suami Bu Tum, sesaat setelah mabuk. Setelah menyiramkan air keras, sang suami menyerahkan diri ke penjara dan ditahan selama 7 tahun. Beruntung, disaat kejadian tersebut bu Tum sedang tidak menggendong anaknya

Setelah ditanya, bu Tum dan anak anak mengatakan ikhlas dan tidak membenci suami dan ayah mereka sama sekali. Bahkan, bu Tum tidak menginginkan suaminya di penjara namun karena proses hukum sudah berjalan, al hasil suami Bu Tum pun tetap masuk bui.

Setelah keluar dari penjara pun bu Tum menerima sang suami dengan baik sampai akhirnya sang suami meninggal. Bu Tum memiliki 3 orang anak. Setiap minggu beliau ke sunmor UGM untuk mengemis bersama cucu keduanya yg bernama Risma.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Mari doakan bu Tum dan keluarga semoga diberikan kekuatan dan keselamatan dunia akhirat. Melihat Bu Tum, semoga kita menjadi lebih baik, rasa syukur dalam diri kita semakin bertambah Aamiin

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri kode 451)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi- .
#sedekahapasaja #sasinaction #socialcommunity #charity #jogjaberbagi
IMG_20160411_124226

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #27 1 Abad Semangat dan Teladan Mbah Wiryo

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #27 a.k.a. SAS On The Road #1
(Sleman, 3 April 2016)

Alhamdulillah, apapun memang kembali ke kuasaNya. Niat hati bertemu sahabat SAS yaitu dek wulan (6th) dan Mbah (80th) di Jalan A.M. Sangaji, Sleman ,DIY yg keadaan rumahnya sangat tidak layak ditambah profesi mbah sebagai tukang rongsok dan harus membiayai biaya hidup dan sekolah Wulan yang kini duduk di kelas 1 SD

Tetapi Allah berkata lain. Ternyata mereka tidak ada ditempat. Alhasil, kami menunggu dan menunggu sampai akhirnya ada mbah mbah yang menawarkan jajanan kepada kami. Tanpa pikir panjang, kami pun memberikan bantuan kepada mbah tersebut.

Setelah berbincang, nama beliau adalah Mbah Wiryo (100 th, Ngaglik, Sleman). Mbah Wiryo berjualan jajanan setiap hari. Beliau mengatakan kepada kami, bahwa Beliau pantang menyerah, pantang mengeluh dan pantang meminta minta. Beliau percaya Allah bersamaNya. Beliau tidak mau berpangku tangan dan menunggu bantuan dari anak anaknya saja. Beliau harus bergerak selama tubuh dan jiwa masih kuat. Sungguh, kalimat bijak dan semangat yg luar biasa yang keluar dari mulut seorang hamba Allah yang usianya sudah sangat renta.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan Mbah Wiryo sehari-hari. Sosok Mbah Wiryo salah satu manusia yg diberikan rizki berupa umur panjang hingga usianya 1 abad dan Mbah Wiryo sungguh memberikan kita pelajaran berharga akan keteladanan dan semangat hidup yang tinggi.

Mari kita doakan supaya Mbah Wiryo diberikan perlindungan, keberkahan dan keselamatan dunia akhirat Aamiin Aamiin ya Robbal Alamin

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Kode 451 Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
konfirmasi : 089678829945

•Sedekah Apa Saja•
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

Capture

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action #26 Semangat Erga Di Balik Osteogenesis Imperfecta

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Setelah sempat tertunda berjumpa dengan Erga, akhirnya hari ini Sabtu (25/03) Allah izinkan kami bersilaturahmi dan melihat secara langsung bagaimana kondisi Galih Erga Bahtiar (3,5th), atau yang akrab disapa Erga di rumahnya yang sederhana di daerah Ngijon, Sumberarum, Minggir, Sleman.

Erga adalah bocah cilik dengan Osteogenesis Imperfecta. Kelainan ini merupakan kelainan genetik yang langka ditandai dengan tulang yang mudah patah. OI disebabkan oleh masalah dengan kuantitas atau kualitas kolagen tulang akibat cacat genetik. Dari cerita yang dipaparkan oleh ibunda Erga (Nisca, 29th) keturunan kakeknya ada yang mengalami masalah tulang, namun tidak separah Erga. Erga sendiri ketika lahir sudah mengalami kondisi terdapat patah pada beberapa bagian tulangnya. Semasa kehamilan, Dokter sudah memberi tahu bahwa kondisi bayi Erga tidak bisa tumbuh normal seperti bayi lainnya. Karena itu sang ibu dan keluarga sudah bersiap-siap dan mengikhlaskan kemungkinan terburuk dari bayi Erga, sampai akhirnya bayi Erga lahir dengan persalinan normal namun kondisi fisiknya sangat lemah. Ketika bayi Erga bersin, menyusu, dan bergerak sedikit maka ia akan menangis dikarenakan tulang rusuknya yang lemah hingga menjepit organ dalam.

Beberapa waktu setelah Erga lahir, kondisi tubuhnya masih lemah dan ditemukan sebanyak 23 titik patah tulang di dalam tubuh Erga. Setiap bulan Erga harus mengkonsumsi obat guna menguatkan struktur tulang Erga. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang lemah, orang tua Erga harus bekerja keras agar dapat menebus obat untuk buah hatinya itu. Ayah Erga bernama Suparyanto (33th) adalah seorang peternak dan penjual domba. Sang ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga dan sesekali membantu sang suami bekerja.

Terlepas dari segala kekeurangan yang dimiliki Erga, ia adalah seorang anak yang lincah, pintar, dan berani. Terbukti ketika kami mengunjungi rumahnya, Erga tidak malu untuk berkomunikasi dan bercanda dengan kami walau baru pertama kali bertemu. Meskipun Erga sudah divonis tidak bisa sembuh seumur hidup, dan kemungkinan untuk bisa berjalan normal sangat kecil namun ia tetap bersemangat untuk bisa tumbuh mengeluarkan potensi seperti anak-anak lainnya. Tutur kata dan bahasa anak seumuran Erga sangat bagus dan lancar, ia pun mempunyai mimpi menjadi pemadam kebakaran dan pembalap motor trail.

Dari informasi yang didapatkan dari ibunya, Erga sudah sangat ingin bersekolah (PAUD). Tetapi sang ibu belum menyekolahkannya, karena masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan. Hari ini kita belajar dari ibu Nisca tentang arti rasa syukur atas apapun yang Allah berikan kepada kita termasuk anak, akan ada jalan bagi siapa saja yang terus berusaha dan berdoa kepada-Nya. Dari Erga kita belajar, akan selalu ada harapan dan masa depan yang cerah yang dapat kita gapai apapun kondisi kita selama kita yakin bahwa kita bisa.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket susu formula untuk Erga. Semoga Erga dan keluarga diberi kesehatan, kelancaran rizki, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Khusus untuk Erga, mari kita doakan semoga ia bisa tumbuh menjadi anak yang soleh, cerdas, dan berbakti pada orang tua, agama dan negara. Aamiin.

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika kode 451)
Konfirmasi SMS : 089 6788 299 45

– Sedekah Apa Saja –
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

SAS In Action #26 bersama Erga dan Ibu Nisca.
SAS In Action #26 bersama Erga dan Ibu Nisca.

(Pita)

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #25 Keceriaan Bersama PA Ulil Albab

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Minggu (13/03). SAS In Action #25, kali ini kami berkunjung ke PA Ulil Albab di Kota Gede Yogyakarta. Kami memilih PA Ulil ALbab karena PA ini adalah PA baru dengan jumlah santri 9 orang yang berasal dari sabang sampai merauke. Mereka adalah para penghafal Al Quran dan setiap harinya bersekolah di SMP-SMA di Yogyakarta. Panti tersebut belum memiliki fasilitas lengkap dan masih dalam tahap pembangunan.

Agenda kali ini adalah silaturahmi dari pejuang SAS yang diisi dengan games pantomim dan stand up comedy untuk mengakrabkan pejuang dengan sahabat SAS, dari kegiatan tersebut kami semua merasa bahagia dapat berbagi keceriaan bersama adik-adik PA Ulil Albab. Kami bisa melihat rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Obrolan hangat tercipta, canda-tawa pun pecah diantara kami seakan-akan tidak ada sekat yang membatasi. Kegiatan selanjutnya yaitu makan buah bersama dan kegiatan pada hari itu diakhiri dengan penyerahan bantuan. Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Dari kegiatan tersebut juga tercetuskan program English is Fun yang insyaAllah akan dilaksanakan setiap sabtu malam untuk meningkatkan penguasaan bahasa arab dan bahasa inggris PA Ulil Albab. Mereka pun sangat antusias menyambut program tersebut.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kunjungan kita kali ini adalah, jangan pernah menyerah berjuang, merantau untuk mengapai mimpi-mimpi untuk hidup yang lebih baik di masa yang akan datang.

Semoga adik-adik santri berserta pengurus dan keluarga besar PA Ulil Albab selalu diberikan kesehatan, kelancaran rizki, dan keberkahan hidup dalam menjalani setiap langkah dan mimpi hidup. Aamiin.

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika kode 451)
Konfirmasi SMS : 089 6788 299 45

SAS In Action #25 bersama PA Ulil Albab Kota Gede Yogyakarta
SAS In Action #25 bersama PA Ulil Albab Kota Gede Yogyakarta

– Sedekah Apa Saja –
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #24 Meraup Berkah Dari Sampah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #24 •Gorongan, Selotomo, Condongcatur, Depok, Sleman

Sahabat SAS kita kali ini adalah Mbah Sukas (75 th, janda). Beliau bekerja sebagai pemulung sejak 3 tahun lalu. Beliau mempunyai 5 orang anak dimana 2 anaknya yg terakhir masih bersekolah, membutuhkan biaya hidup dan tinggal di Magelang sedangkan suami beliau sudah meninggal 2 tahun lalu.

Ini adalah foto bersama majikan Mbah Sukas. Beliau digaji 25.000 per hari. Setelah uang sudah dirasa cukup, Mbah Sukas akan pulang ke Magelang mengurus anak-anaknya. Kami terenyuh dan tertegun dimana Mbah Sukas masih saja kuat bekerja diumurnya yang sudah tua

Pejuang SAS menyalurkan bntuan berupa paket uang tunai dan sembako kebutuhan sehari-hari

Semoga Mbah Sukas dan keluarga sehat dan diberkahi selalu bersama kebaikan aamiin :”)

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika kode 451)
Konfirmasi SMS : 089 6788 299 45

‪#‎sedekahapasaja‬ ‪#‎sasinaction‬ ‪#‎jogjaberbagi‬

SAS In Action #24
SAS In Action #24

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #23 (Muntilan, Magelang, Jawa Tengah)

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada keluarga Bapak Sarmo (51 th) dan Bu Yam (41 th) . Mereka tinggal dirumah sederhana dan tidak ada televisi, hanya radio yang menemani
.
Bapak Sarmo menderita penyakit stroke, Bu Yam bekerja sebagai asisten rumah tangga. Beliau harus berjuang menghidupi suami dan 5 orang anak
.
Bu Yam berkaca kaca menceritakan perjuangan hidup beliau, anaknya yang kelas 2 SMA pun tak kuasa menahan tangis
.
Bu Yam dan keluarga memberikan kita semua pelajaran, bahwa selalu ada jalan bagi siapa saja yang berjuang, bersyukur, bersabar dan bersandar padaNya. Semoga mereka selalu dikuatkan Aamiin Aamiin
.
Ikuti terus perjalanan kami, dan berikan kontribusimu dengan bergabung bersama kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 ( Kode 451 Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi SMS : 089678829945
.
#sedekahapasaja #sasinaction #socialcommunity #magelang

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #20 ( Maron, Garung, Wonosobo)

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Inilah salah satu potret keceriaan Pejuang SAS dari Jakarta dan Wonosobo yang mengunjungi salah satu Sahabat SAS bernama Abdul Hamid (12 th)

Hamid adalah seorang siswa kelas 6 SDN 1 Maron, Wonosobo yang menderita penyakit tumor usus. Ayah dan ibunya seorang petani yang penghasilannya tidak menentu. Beruntungnya, saudara dan guru guru di sekolah sangat peduli dengan keadaan Hamid sehingga bisa menjalani pengobatan sampai sekarang

Pejuang SAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan pengobatan Hamid.

Bersyukur, berbagi. Semoga bermanfaat.
SAS 20 1

Ikuti terus perkembangan kami
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
Www.sedekahapasaja.com
Donasi : Transfer ke no.rekening 709 011 4381 ( Bank Syariah Mandiri Kode 451 an Ratih Kartika)
Konfirmasi : SAS_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_Email_No.HP_Nominal Transfer ke 089678829945
.
#sedekahapasaja #sasinaction #socialcommunity #charity #wonosoboberbagi

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action #19: Berat Anakku Kini 29 ons, Alhamdulillah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Minggu (31/1). Sahabat SAS kali ini adalah Pak Surip, warga Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Beliau berumur 37 tahun. Dengan kondisi ekonomi pas-pasan, beliau, istri dan keluarga harus berjuang untuk anak semata wayangnya yang baru lahir beberapa bulan lalu. Anaknya lahir prematur dan mengalami gangguan pernafasan. Saat ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Dr. Moerwadi Solo dikarenakan peralatan yang dimiliki rumah sakit di Yogyakarta sudah tidak memadai. Sudah hampir satu bulan anak tersebut berada di rumah sakit. Pak Surip dan istri harus bolak-balik Jogja-Solo setiap dua hari sekali untuk memeriksa keadaan anak mereka. Setalah pengobatan berlangsung hingga saat ini berat badan sang anak mencapai 29 ons dari yang sebelumnya 22 ons. Selain itu mereka harus berjuang untuk membayar biaya pengobatan sang anak yang setiap harinya membutuhkan biaya sekitar 2-2,5 juta per hari. Kami pun merasa iba melihat keadaan beliau, oleh karena itu pejuang SAS menyalurkan bantuan berupa yang tunai untuk membantu biaya pengobatan sang anak. Namun, satu hal yang kami pelajari dari beliau dan keluarga adalah mereka tetap bersyukur dengan segala keadaan yang mereka hadapi saat ini, karena mereka yakin ini yang terbaik.

IMG-20160131-WA0006[1]

IMG-20160131-WA0005[1]

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS in Action #18: Perjuangan Hidup di Usia Mudaku

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

Minggu (31/1). Sahabat SAS kali ini adalah Nita. Ia adalah gadis muda berumur 17 tahun yang bersekolah di SMA Bhineka Yogyakarta. Setelah Ayahnya meninggal, ia hidup sendiri di sebuah kamar kos di daerah Samirono. Ibu dan kedua adiknya tinggal terpisah di daerah Godean. Karena ada masalah keluarga, Nita memutuskan untuk berjuang sendiri menghidupi segala keperluan hidupnya. Setiap hari, Ia pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor, dan pada hari sabtu-minggu Ia pergi bekerja di salahsatu stand makanan di Toko Progo sebagai pelayan. Ia harus membayar biaya sekolah setiap bulannya kuranglebih sebesar Rp 500.000,00. Maka dari itu, Ia bekerja keras dan berusaha membagi waktu sebaik mungkin agar sekolah dan pekerjaannya berjalan dengan lancar. Setalah lulus SMA, Ia bercita-cita untuk meneruskan studi di MMTC. Pejuang SAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai untuk keperluan Nita sehari-hari. Dari Nita kita belajar, bahwa hidup memang keras. Usia muda seharusnya digunakan untuk belajar menata hidup bukan hanya berfoya-foya menghabiskan uang orang tua.

SAS In Action #18 bersama Nita
SAS In Action #18 bersama Nita
ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone