Tag Archives: sedekah apa saja

SAS In Action #55 : Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #55
(12/3/2017)
(Tilas, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul)

Alhamdulillahirobilalamin, berkat rahmat Allah SWT pada hari Minggu, 12 Maret 2017, temen temen relawan PMIA berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Ibu Paijem dan Aris.

Ibu Paijem (36 tahun) adalah ibu dari Aris Nugroho (18 tahun). Aris lahir pada tanggal 9 September 1998 di Bantul. Aris adalah seorang remaja penderita Hidrocepalus (pembesaran kepala) sejak kecil. Seharusnya seusia Aris sekarang, ia telah tumbuh berkembang menjadi remaja yang aktif dan ceria yang mungkin duduk di bangku SMA ataupun semester awal kuliah.

Menurut penuturan sang Ibu, ketika dulu melahirkan, kondisi Aris normal seperti bayi pada umumnya. Namun di usia 8 bulan, Aris mengalami demam tinggi kemudian di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Tak lama setelah itu, Aris pun di suntik pada bagian kepalanya. Bukan kesembuhan yang ia dapatkan, kepala Aris pun semakin membesar. Ibu Paijem pun mencoba untuk menuntut pertanggung jawaban pihak rumah sakit, namun sepertinya mengalami berbagai kendala hingga akhirnya Ibu paijem pun mengikhlaskan.

Ibu Paijem merawat Aris bersama sang ibu tapi kini sudah meninggal. Sudah lama pula, sang suami meninggalkan mereka dan kabarnya sekarang sudah menikah lagi. Suatu hari kabar kondisi Aris dan Ibu diposting di media sosial. Ada orang yang menjadi penyalur bantuan namun uangnya tidak diberikan seluruhnya, malah di bawa kabur dan tanpa kabar. Itu belum seberapa, masih banyak cerita lainnya.

Kini, Ibu Paijem merawar Aris seorang diri. Setiap Sabtu, mereka pergi ke RS Panti Rapih untuk terapis. Jarak yang jauh , belum lagi ongkos jalan yang mahal tidak menyurutkan semangat mereka. Kini, lingkar kepala yang dulu 180 cm sekarang berangsur angsur mengecil hingga 80 cm.

Ibu Paijem tidak bekerja, dulu pernah membuka warung sembako di rumah namun sekarang sudah tutup. Untuk obat, terapis, ongkos jalan dan kebutuhan yang lainnya ibu Paijem dibantu oleh donatur baik itu tetangga, keluarga maupun bantuan dari berbagai pihak.

Tidak sampai disitu, Ibu paijem pun mengalami kondisi kepala yang tidak seperti kepala manusia pada umumnya. Ibu tidak mempunyai tempurung kepala, mata sebelah kirinya sedikit tertutup karena dulu pernah jatuh dan qodarullah kondisinya seperti sekarang.

Yang membuat kami salut akan perjuangan beliau adalah keistiqomahan ibu Paijem dalam beribadah baik itu solat wajib, solat tahajud setiap malam dan puasa Senin-Kamis. Ibu menuturkan, apapun yang dikatakan oleh masyarakat tentang dirinya, atau apapun tantangan/ujian dari Allah, Ibu siap menghadapinya. Ibu Paijem akan terus membersamai Aris sampai kapanpun. Rasa syukur beliau luar biasa!

PMIA menyalurkan donasi berupa uang tunai sebesar Rp 300.000 untuk membantu pengobatan Aris. Semoga menjadi amal jariyah bagi yang sudah berdonasi maupun pihak lain yang telah membantu.

Sungguh, perjuangan mereka sangat menginspirasi dan membuka mata kita semua. Semoga kita bisa semakin bersyukur dan banyak membantu orang lain. Mari doakan semoga Ibu Paijem dan Aris diberikan kekuatan, kesabaran, perlindungan dan kesehatan Aamiin Ya Robbal Alamin.

Ayo bergabung bersama kami!
Pejuang Muda Indonesia
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

Perjuangan Hidup Ibu Paijem dan Aris Nugroho

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #40 : Sahur On The Road With SAS

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #40
(19/06/2016)
(Sahur On The Road Sekitar Tugu, Malioboro dan Alun-Alun Utara)

Alhamdulillahirobbilalamin, di Action ke #40 agak sedikit berbeda dengan action-action sebelumnya. Kali ini kami mengadakan SOTR (Sahur On The Road) untuk menambah semarak dan kebarokahan Bulan Suci Ramadhan 1437 H. Alhamdulillah, tersalurkan 120 paket nasi bungkus kepada para tunawisma, tukang becak dan beberapa penjual di Pasar Beringharjo yang sudah beraktivitas sejak pukul 02.30 . Terimakasih kepada para donatur dan relawan SAS yang telah berkontribusi bersama. Semoga Allah membalas berlipat -lipat.

Mari kita doakan semoga di bulan Ramadhan ini, kita semua mendapat ampunan dan ridhoNya, mendapat peningkatan ibadah sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik di bulan-bulan ke depan Aamiin Ya Robbal Alamin.

SAS
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com

WhatsApp-Image-20160619

WhatsApp-Image-20160619 (1)

IMG-20160618-WA0004

IMG-20160619-WA0000

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #39 : Sosok Ayah Dan Ibu Dalam Satu Raga

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #39
(12/02/2016)
(Surokarsan, Tamansiswa, Yogyakarta)

Adalah Pak Ipung Purwanto (50 tahun) yang menjadi sahabat SAS kita kali ini. Beliau adalah ayah dari 5 orang anak. Anak yang pertama bernama Laras Lestari (kelas 2 SMK), anak yang kedua telah meninggal pada tahun 2006 ketika gempa Jogja, anak yang ketiga bernama Adri Purwanto (Kelas 1 SD), kemudian Ferdi Lilik Purwanto (TK) dan anak yang terakhir juga telah meninggal ketika bayi.

Pak Ipung bekerja sebagai kuli angkut di jasa angkut yang biasa kita temui di jalan-jalan, dengan penghasilan yang bisa dikatakan menengah ke bawah. Beliau tinggal di tempat yang kurang layak dikatakan sebagai rumah. Bisa dlihat di dalam foto keadaan rumah Pak Ipung. Satu lorong panjang yang di dalamnya ada kamar mandi, tempat tidur yang juga ruang tamu dan ruang TV. Tidak ada dapur dan rumah tersebut sangat memprihatinkan tingkat kebersihan dan tembok-temboknya pun juga sudah retak. Belum lagi ketika hujan, keluarga ini hanya bisa pasrah karena bocor dimana-dimana. Rumah yang sempit itu pun semakin terhimpit.

Istri Pak Ipung sudah lama meninggal. Dalam penuturannya, ketika baru melahirkan Almh. menderita penyakit chikunguya dan pernah menginjak air kencing tikus yang sudah kering sehingga terinfeksi sampai akhirnya tidak tertolong. Tidak lama setelah sang bayi meninggal, sang ibu pun menyusulnya.

Bayangkan, bagaimana perjuangan Pak Ipung beserta anak-anak. Beliau harus menjadi sosok ayah dan ibu yang bisa membimbing anak-anaknya agar bisa sukses di kemudian hari. Dalam penuturannya, Pak Ipung juga kadang tidak bisa mengontrol anak-anak karena terkadang beliau pulang larut karena harus mengantar barang-barang ke luar kota. Bayangkan membesarkan anak-anak tanpa seorang istri, bekerja keras ke sana kemari, betapa repot dan pusingnya.

Relawan SAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp 100.000, paket beras dan makanan untuk keluarga Pak Ipung.

Mari doakan semoga Pak Ipung dan keluarga diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran rizki serta kekuatan iman dan Islam agar selalu berjalan di jalan lurusNya Aamiin Ya Robbal Alamin.

Terus ikuti perkembangan dan bergabunglah bersama kami
f : Sedekah Apa Saja
t: @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
Donasi : BSM no.rek 709 011 4381 (an Ratih Kartika) kode 451
SMS : 089678829945

Bergerak, Berbagi, Menginspirasi !!!

IMG-20160615-WA0016

IMG-20160615-WA0020

IMG-20160615-WA0021

IMG-20160615-WA0022

SAS On Action #39

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #37 : Berdamai Dengan Si Jago Merah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #37
(29 Mei 2016)
(Girikerto, Turi, Sleman)

Kami mengunjungi sebuah keluarga sederhana, rekomendasi dari teman teman @giritarunabakti
Beliau adalah Ibu Ngatinem (45). Seorang ibu rumah tangga, mempunyai dua orang anak yang bersekolah di tingkat SD dan SMP.
Suami beliau bernama Pak Amanu. Bekerja sebagai buruh kebun (tukang bersih-bersih kebun salak) dengan penghasilan tidak menentu

Mereka salah satu keluarga tidak mampu di daerah Girikerto. Dahulu, rumah mereka terkena musibah kebakaran pukul 8 malam di tahun 2013. Kebakaran tersebut disinyalir akibat hubungan pendek arus listrik.
Dari kejadian tersebut, seisi rumah habis dilalap api, tak tersisa. Harta, benda mereka tidak bisa diselamatkan semuanya. Keluarga pun dirundung duka.

Beruntungnya, para tetangga dan donatur tergerak hatinya untuk patungan membangun rumah mereka kembali. .
Kini, Pak Amanu, Bu Ngatinem dan keluarga masih berproses menata hidup mereka kembali. Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.
Mari doakan semoga mereka diberikan kesehatan, kekuatan, kelancaran rejeki dan keselamatan dunia akhirat Aamiin Ya Robbal Alamin

Ini aksi kami, mana aksi kamu?
F : Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
Ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 ( Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi : 089678829945

Semoga Allah memudahkan langkah dan niat kita semua membantu mereka yang membutuhkan Aamiin

SAS
BERGERAK, BERBAGI, MENGINSPIRASI!!!
Capturek

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #36 Tiada Kata Lain Selain Bersyukur dan Semangat

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #36
(22/05/2016)
(Karangkopek Kulon, Ngluwar, Magelang)

Alhamdulillah, SAS On Action kali ini kami mengunjungi kota sebelah, kota sejuta bunga, yaitu Magelang. Ada salah satu sahabat yang merekomendasikan keluarga yang membutuhkan bantuan.

Adalah keluarga Pak Basori (65 tahun) dan Bu Basori (66 tahun). Mereka adalah keluarga kurang mampu. Rumah mereka sangat sederhana, beralas tanah dan banyak benda berserakan di sekitar rumah dan setelah ditelisik, ternyata rumah tersebut adalah rumah yang dibangun dari dana bantuan desa karena Pak Basori tidak memiliki cukup uang untuk membangun rumah.

Kondisi Pak Basori tidak memiliki kaki sempurna (cacat) karena kaki kiri beliau di amputasi setelah 4 tahun silam (2012) beliau mengalami kecelakaan setelah terjatuh dari pohon ketika bekerja. Dahulu, beliau adalah seorang buruh dan petani serabutan dan setelah di amputasi kini beliau membuat anyaman bambu. Beliau tidak ingin berpangku tangan, maka dari itu beliau terus berusaha semangat semaksimal mungkin bekerja walau hanya dengan membuat anyaman.

Di sisi lain, beliau memiliki 4 orang anak. Sebeneranya ada 6 anak namun 2 diantaranya telah meninggal dunia. Dari 4 anak yang lain, salah satu diantara anaknya dalam keadaan tidak waras (sejak 12 tahun yang lalu), yang lainnya janda beranak dua dan yang lain bekerja. Begitulah kira-kira deskripsi keluarga Pak Basori.

Pejuang SAS menyalurkan donasi berupa uang tunai kepada keluarga Pak Basori. Lagi-lagi kita diberikan pelajaran oleh Pak Basori dan keluarga bahwa setiap manusia memiliki tantangan dan ujiannya masing-masing. Mereka mengajarkan bahwa manusia harus banyak banyak bersyukur atas apapun yang Allah berikan kepada kita. Apa jadinya kalau Pak Basori adalah ayah kita? Apa jadinya kalau keluarga tersebut adalah keluarga kita? Sanggupkah kita menerima keadaan tersebut? Wallahualam bishowab.

Mari doakan semoga Allah memberikan kekuatan, kesehatan dan kelancaran rizki untuk Pak Basori dan keluarga Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin.

Terus ikuti perkembangan kami dan jadilah keluarga besar SAS
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : no.rek SAS : 709 011 4381 (an Ratih Kartika)
KOnfirmasi : 089678829945

SAS
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi!

IMG_20160522_083325_HDR[1]

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS In Action #35 Kisah Inspiratif dari Sudut Kota Bantul

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #35
(14/5/2016)
(Kergan, Tirtomulyo, Samas, Bantul)

Sahabat SAS kita kali ini adalah Pak Sarjiyo (43 tahun) dan Ibu Sulistiyani (40 tahun). Cerita beliau sungguh luar biasa. Mereka adalah sepasang suami istri dengan ekonomi menengah ke bawah. Mempunyai 4 anak, anak pertama (laki-laki) sudah berkeluarga dan tidak terlalu mengurus bapak dan ibunya yang sedang sakit. Anak ke dua bernama Wanda (1 SMP), Niko dan Salma yang masih SD. Alhamdulillah, walau Pak Jiyo dan Bu Sulis sedih karena anak pertamanya tidak merawat dan menjenguk, Wanda dan adik-adiknya mampu merawat dan memberikan perhatian yang baik sampai sekarang. Merekalah yang menjadi kekuatan Pak Jiyo dan Bu Sulis.

Pak Sarjiyo menderita syaraf tulang belakang yang terjepit karena beberapa tahun yang lalu sempat jatuh terpeleset. Ternyata dampaknya baru terasa sekarang. Alhasil, beliau tidak bisa berjalan dan melakukan kegiatan seperti biasa. Dikatakan oleh dokter, pilihannya adalah operasi atau kalau tidak, lumpuh selamanya. Lantas, Pak Sarjiyo pun mengambil keputusan operasi pada 23 Maret silam. Operasi dimulai pukul 11.00-16.00 WIB, operasi ini termasuk operasi besar. Tubuh Pak Jiyo dipasang 4 pen agar tulangnya bisa tegak berdiri. Setelah operasi selesai, pak Jiyo mencoba menggerakkan sedikit kaki nya dan Alhamdulillah bisa bergerak. Beliau sangat bahagia bisa menggerakkan kaki, tutur beliau.

Pasca operasi dan perawatan, Pak Jiyo sekarang masih dalam proses pemulihan. Beliau selalu memakai korset dan meminum obat-obat yang disarankan dokter. Alhamdulillah, Pak Sarjiyo sudah terdaftar dalam BPJS sehingga biaya operasi gratis, dan setelah ditelisik kalau tidak ada BPJS, total uang yang harus dibayarkan sejumlah Rp 34.000.000. MasyaAllah.

Ujian belum berhenti sampai disitu, istri Pak Jiyo, Bu Sulis terkena stroke Desember tahun lalu. Tiba tiba demam, dan bagian tubuh sebelah kanan tidak bisa digerakan. Bahkan, untuk berbicara pun sulit. Jadi, selama proses pengobatan sampai operasi Pak Jiyo, sang Istri pun menjalani pengobatan.

Sebelum sakit, pak Jiyo berprofesi sebagai tukang tambal ban sepeda. Penghasilannya tidak seberapa, dan setelah sakit beliau tidak bisa bekerja dan mengandalkan biaya dari bantuan/donasi dari orang lain. Beruntung ada program BOS, sehingga anak-anak bisa bersekolah secara gratis, walau masih menunggak untuk uang buku dan yang lainnya sehingga hal tersebut bisa meringankan beban hidup pak Jiyo dan bu Sulis.

Sekarang Pak Jiyo masih dalam proses pemulihan, istrinya pun sama. Alhamdulillah tangan kanan sudah 85% bisa digerakkan, Bu Sulis msih terus terapi sampai bisa sembuh seperti semula.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai. Mari doakan semoga Pak Jiyo dan keluarga diberikan kekuatan, kesehatan selalu Aamiin.

Dari Pak Jiyo dan keluarga kita belajar, bahwa apapun yang terjadi, harus tetap bersyukur. Hidup bukan hanya untuk mengeluh.

Ini aksiku, mana aksimu?
Terus ikuti perkembangan kami
F: Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi: 089678829945

-Sedekah Apa Saja-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
IMG_20160515_095149_HDR

IMG_20160515_095208_HDR

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #34 FNY For Aleppo! Save Suriah!

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #34
(7-8/5/2016)
(Monumen Umum Serangan 1 Maret, Titik 0 KM, Malioboro)

#FNYForAleppo! #SaveSuriah!

Bersamaan dengan acara Festival Nasyid Yogyakarta 2016 yang diadakan oleh Asosiasi Nasyid Nusantara Wilayah Jogja dan Dinas Parisiwisata DIY, maka SAS pun tidak melewatkan kesempatan ini. Kami mengadakan galang dana untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang di negeri Suriah.

Galang dana dilakukan sepanjang acara FNY 2016, sembari mendengarkan musik musik Islami, Pejuang SAS turun ke jalan, membagikan stiker #FNYForAleppo, #SaveSuriah dan membawa kardus tempat donasi.

Alhamdulillah, Allah menggerakan hati setiap manusia. Dalam dua hari penyelenggaraan FNY 2016 dan donasi dari pihak lain setelah FNY 2016, kami berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp 2.025.300 Alhamdulillah.

Uang tersebut kemudian kami salurkan ke Teras Dakwah, Yogyakarta dan akan ditindaklanjuti ke Sahabat Suriah.

Terimakasih kepada Dinpar DIY, ANN Jogja, Panitia FNY 2016, Pejuang SAS dan pihak pihak yang telah membantu dan memberikan donasinya, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua, pendekat surga dan penyelamat dunia akhirat bagi kita sekeluarga Aamiin. Mari kita doakan pula, semoga Allah memberikan kekuatan untuk saudara-saudara kita di Suriah, semoga bom-bom, rudal dan peluru peluru tidak mengurangi keberanian mereka, semakin membuat mereka semangat menghafal Al Qur’an dan berjuang di jalanNya Aamiin Ya Robbal Alamin.

Ini aksiku, mana aksimu?
Terus ikuti perkembangan kami
F: Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi: 089678829945

-Sedekah Apa Saja-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi
IMG_20160506_104140_HDR_1462506271127 (1)

IMG_20160508_132708_HDR

IMG_20160508_132903_HDR

IMG_20160508_133542_HDR

SI_20160508_220333

IMG_20160508_085128

IMG-20160517-WA0006

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #33 Anugerah Umur Panjang Mbah Marto Surip

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #33
(1/5/2016)
(Bojong, Karangasem, Imogiri, Bantul)

Sahabat SAS kita kali ini adalah Mbah Marto Surip (Janda, 95 tahun). Beliau memiliki 3 anak dan semuanya sudah berkeluarga. Mbah Marto Surip sedang sakit “sepuh”, penglihatan dan pendengaran beliau sudah sangat berkurang.

Mbah Marto Surip tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari, beliau hanya bisa terkulai lemah diatas tempat tidurnya. Segala kegiatan MCK dilakukan di atas tempat tidur, tak heran ketika kami menyambangi kamar beliau, kami mencium bau yang cukup menyengat. Walau dalam keterbatasan, secara bergantian, anak anak dan menantunya merawat beliau.

Mbah Marto dikaruniai umur yang panjang dan setelah ngobrol bersama menantu beliau, ternyata kami mendapat informasi bahwa Mbah Marto adalah orang tertua di desa tersebut. Dimana orang orang yang seumuran dengan beliau sudah tidak ada lagi (meninggal), MasyaAllah.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai yang bisa digunakan untuk keperluan berobat/kebutuhan sehari-hari.

Mari doakan semoga Mbah Marto Surip dan keluarga diberikan yang terbaik oleh Allah Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin.

Ini aksiku, mana aksimu?
Terus ikuti perkembangan kami
F: Sedekah Apa Saja
T : @sedekahapasaja
ig : @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
Donasi : 709 011 4381 (Bank Syariah Mandiri an Ratih Kartika)
Konfirmasi: 089678829945

-Sedekah Apa Saja-
Bergerak, Berbagi, Menginspirasi

IMG-20160501-WA0030

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #31 Cerita Cinta Bersama Mbah Zawalisah

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #31
(24/04/2016)
(Ngampilan, Jogjakarta)

Alhamdulillah, SAS berpartisipasi dalam acara Penutupan KKN semester khusus kelompok 27 UNY yang juga di semarakan dengan pengobatan gratis dan acara donor darah. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya antrean dalam acara tersebut.

SAS menjadi salah satu pendukung acara dalam kegiatan tersebut. Kami ikut melayani warga dalam donor darah, pengobatan gratis dan pembagian doorprize. Acara berlangsung meriah dan semarak. Pemuda pemudi, anak anak sampai lansia merasa senang dengan adanya rangkaian kegiatan tersebut.

Bentuk dukungan dari SAS lainnya yaitu memberikan bantuan kepada salah satu warga desa tersebut. Dari rekomendasi pejabat desa setempat, dalam hal ini Pak RT merekomendasikan penerima bantuan adalah Mbah Zawalisah. Beliau adalah warga asli desa tersebut, hidup di rumah yang sederhana, tidak bekerja dan hidup dari bantuan tetangga.

Mbah Zawalisah berumur 75 tahun. Menurut penuturan Mbah dan Pak RT kepada kami, beliau melalui perjuangan panjang sampai sekarang. Beliau mempunyai riwayat penyakit yang cukup banyak. Diantaranya kanker payudara sehingga harus dioperasi dan menjalani sejumlah kemoterapi. Selain itu, Mbah Zawalisah juga pernah menderita penyakit tumor dan pernah mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan kakinya patah sehingga sampai sekarang platina masih berada di dalam tubuhnya. Perjuangan tersebut beliau jalani bersama suami beliau yang kini terkena penyakit stroke dan hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar beliau. Setiap 5 menit sekali, sang suami berkata “minum….minum”. Mengisyaratkan bahwa beliau haus. Dengan jalan tertatih tatih pun Mbah Zawalisah senantiasa setia dan berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya. Laki-laki yang telah menikahinya, membesarkan 2 orang anak dan melewati berbagai ujian bersama.

Ironisnya, kedua anak beliau entah pergi kemana. Mereka tidak merawat Mbah Zawalisah dan suami. Sungguh, semoga mereka diberikan hidayah sehingga bisa kembali merawat orangtua mereka dengan baik seperti ketika mereka di rawat dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Pejuang SAS memberikan bantuan berupa uang tunai. Mari doakan semoga Mbah dan suami diberikan kesehatan, kelancaran rizki, kebarokahan hidup dan keselamatan dunia akhirat Aamiin..

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
ig: @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
DOnasi : no.rek 709 011 4381 (BSM an Ratih Kartika)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi-
IMG-20160428-WA0015

IMG-20160426-WA0013

IMG-20160426-WA0018 (1)

IMG-20160428-WA0014

IMG-20160428-WA0015

IMG-20160428-WA0016

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #30 Stroke, Tidak Mematahkan Semangat Kami…

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

SAS On Action #30
(24/04/2016)
(Ngampilan, Jogjakarta)

Adalah Ibu Widati (58 tahun) seorang wanita yang sedang duduk disamping para Pejuang SAS. Dahulu, beliau bekerja sebagai penjaga kebun SD Muhammadiyah di Jogjakarta dan sudah 1 tahun ini beliau terkena penyakit stroke. Beliau memberikan pembelajaran lagi bagi kita. Seorang ibu yang hampir setahun ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan duduk ataupun berbaring di rumah sederhananya, ya ruangan satu petak tidak lebih dari seukuran kamar kos, yang ditempatinya bersama Suami dan anak laki-lakinya.

Beliau mengalami stroke, sudah setengah dari tubuhnya mati. Bagian tubuhnya yang masih bisa berfungsi yaitu tubuh sebelah kiri. Suaminya (Kardiman, 64 tahun), demikian juga dengan beliau, mengalami stroke yang menyebabkan kakinya tidak mampu bergerak lagi. Untuk berjalan pun suami-istri ini dengan “mengesot”. Anaknya sehari-hari bekerja menjadi buruh sablon dengan penghasilan yang “cukup” untuk makan, tapi “belumlah cukup” jika untuk ditambah pengobatan ibu-bapaknya.

Keluarga mereka, mengajarkan kita keikhlasan, ujian hidup bukan untuk dihindari dan ditakuti. Tapi dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Dan satu lagi. Ketulusan seorang anak. Bagaimana kita kemudian bisa menempatkan diri merawat orang tua ketika mereka sudah tidak mampu lagi mengurus diri mereka sendiri, meski mereka tidak pernah meminta itu. Menjadi anak berbakti yang senantiasa berusaha merawat dan memberikan yang terbaik demi kebahagiaan orangtua kita.

Mari kita doakan semoga Bapak Kardiman, Ibu Widati dan keluarga diberikan kekuatan untuk menjalani setiap fase-fase hidup, diberikan kesehatan, kelancaran, kebarokahan rizki dan keselamatan dunia akhirat. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin.

Terima kasih Bu, Pak, Mas. Kalian guru kami hari ini, esok, dan seterusnya.

Terus ikuti perkembangan kami
f : Sedekah Apa Saja
t : @sedekahapasaja
ig: @sedekahapasaja
www.sedekahapasaja.com
DOnasi : no.rek 709 011 4381 (BSM an Ratih Kartika)
Konfirmasi : 089678829945

Sedekah Apa Saja
-Bergerak, Berbagi, Menginspirasi-

IMG-20160426-WA0021 (1)

IMG-20160426-WA0017

IMG-20160426-WA0020

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone